Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian di Balik Tewasnya Remaja Tenggelam di Wisata Apparalang Bulukumba

- Rabu, 10 Juni 2026 | 11:40 WIB
Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian di Balik Tewasnya Remaja Tenggelam di Wisata Apparalang Bulukumba

Polisi resmi menyelidiki tewasnya Elmi Febrianti, seorang remaja berusia 17 tahun, yang tenggelam di kawasan wisata Tebing Apparalang, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Penyelidikan ini dilakukan setelah pihak keluarga korban melapor ke Polres Bulukumba, yang kemudian langsung bergerak mengusut dugaan kelalaian di balik insiden tragis tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Andi Imran Hamid, mengungkapkan bahwa timnya akan memeriksa sejumlah saksi dan pihak pengelola objek wisata. "Setelah laporan diterima, kami akan melakukan serangkaian penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, pihak pengelola objek wisata, serta mengumpulkan berbagai keterangan dan bukti yang diperlukan," ujarnya pada Selasa, 10 Juni 2026. Ia menegaskan bahwa proses hukum berjalan secara profesional, transparan, dan berdasarkan fakta di lapangan.

"Penyelidikan ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat unsur pidana atau kelalaian dalam peristiwa tersebut," tegasnya.

Di sisi lain, Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto menyatakan bahwa kawasan wisata Apparalang telah ditutup sementara. Pemasangan garis polisi di lokasi dilakukan untuk mencegah insiden serupa sekaligus mendukung proses penyelidikan. "(Ditutup untuk) Mencegah kejadian berulang. Dan untuk kepentingan penyelidikan," ujar AKBP Restu.

Sementara itu, DPRD Bulukumba turut mengambil langkah cepat. Wakil Ketua DPRD Bulukumba, Syahruni Haris, mengatakan bahwa pihaknya telah menggelar rapat dengar pendapat dengan pengelola kawasan wisata pada Selasa, 9 Juni. Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Basarnas. "Tadi ini dan sementara berlangsung dipimpin oleh ketua Komisi B itu melakukan RDP dengan memanggil pengelola yang ada di situ, kadis pariwisata, dan beberapa kalangan lainnya, tokoh masyarakat. Dari tim Basarnas juga kita undang," jelas Syahruni.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar