Dua personel unit pertahanan udara Iran dilaporkan tewas dalam serangan yang dilancarkan Israel. Informasi ini disampaikan oleh stasiun penyiaran milik negara Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), yang menyebutkan kedua korban gugur saat menjalankan tugas menjaga wilayah udara negara tersebut pada Senin, 8 Juni 2026 waktu setempat.
"Keduanya tewas saat menjalankan misi untuk mempertahankan wilayah udara negara," demikian laporan IRIB yang dikutip oleh CNN pada Selasa, 9 Juni 2026.
Di sisi lain, seorang pegawai Pemerintah Kota Teheran juga dilaporkan menjadi korban dalam serangan yang sama. Kantor berita semi-resmi Fars menambahkan, dengan adanya korban tambahan tersebut, jumlah korban tewas yang telah terkonfirmasi di Iran kini mencapai tiga orang.
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang kembali memanas antara Israel dan Iran. Kedua negara sebelumnya saling melancarkan serangan rudal pada Minggu dan Senin, yang sempat memicu kekhawatiran akan terjadinya eskalasi besar dalam konflik berkepanjangan mereka. Namun, setelah pertukaran serangan tersebut, Israel dan Iran kembali memberlakukan gencatan senjata.
Meskipun gencatan senjata telah berlaku, Teheran memberikan peringatan tegas. Pemerintah Iran menyatakan akan melanjutkan serangan apabila operasi militer Israel di wilayah Lebanon selatan masih berlangsung.
Sementara itu, dari pihak Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran semakin terbuka lebar. Trump bahkan memperkirakan kesepakatan tersebut dapat terwujud dalam waktu dekat.
"Kesepakatan dengan Iran dapat dicapai dalam dua atau tiga hari," ujar Trump.
Ia mengklaim bahwa kesepakatan itu nantinya akan menghentikan program pengembangan senjata nuklir Iran dan membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu singkat.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim dalam Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Senilai Rp145,5 Miliar
Pemerintah Akan Gunakan AI dan Identitas Digital Tunggal untuk Tepat Sasarkan Bansos
Kader PPP dari Tiga Wilayah Laporkan Empat Petinggi Partai ke Polda Metro Atas Dugaan Pemalsuan Data
Gubernur Jabar Minta Masyarakat Aktif Awasi SPMB 2026 dan Laporkan Kecurangan dengan Bukti Lengkap