Kedutaan Besar AS di Yerusalem Tutup Layanan Konsuler Imbas Serangan Rudal Iran ke Israel

- Senin, 08 Juni 2026 | 18:45 WIB
Kedutaan Besar AS di Yerusalem Tutup Layanan Konsuler Imbas Serangan Rudal Iran ke Israel

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem mengumumkan penutupan seluruh layanan konsuler di Yerusalem dan Tel Aviv pada Senin, 8 Juni 2026, menyusul serangan rudal yang dilancarkan Iran ke Israel. Langkah darurat ini diambil setelah eskalasi militer terbaru mengguncang kawasan yang sebelumnya berada dalam masa gencatan senjata yang rapuh.

Dalam peringatan keamanan yang dipublikasikan melalui platform media sosial X, kedutaan menyatakan bahwa seluruh pegawai pemerintah AS beserta anggota keluarga mereka telah diperintahkan untuk tetap berada di lokasi perlindungan hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. Pihak kedutaan juga meminta para staf untuk bersiap berpindah ke tempat perlindungan jika sirene peringatan "red alert" dibunyikan, mengacu pada situasi keamanan terkini dan peringatan dari Komando Front Dalam Negeri Israel di sejumlah wilayah. Akibat kebijakan ini, layanan konsuler di Kedutaan Besar AS di Yerusalem maupun kantor cabang kedutaan di Tel Aviv tidak akan beroperasi pada hari yang sama.

Sementara itu, perkembangan ini terjadi sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Iran untuk kembali ke meja perundingan. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Teheran masih dapat dicapai dalam waktu dekat. "Anda sudah menembakkan rudal Anda, itu sudah cukup. Kembali ke meja perundingan dan buat kesepakatan," ujar Trump merujuk kepada Iran. Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut dapat ditandatangani pada "Senin, Selasa, atau Rabu pekan ini".

Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke wilayah utara Israel pada Minggu malam sebagai respons atas serangan udara Israel ke pinggiran selatan Beirut. Tel Aviv mengklaim serangan tersebut menargetkan pusat komando dan perencanaan milik Hizbullah. Serangan Israel itu dilaporkan menewaskan dua orang dan melukai 11 lainnya berdasarkan data sementara. Serangan rudal Iran ini menjadi yang pertama sejak gencatan senjata rapuh yang tercapai pada awal April.

Gencatan senjata sementara diberlakukan pada 8 April, namun proses negosiasi kemudian mengalami kebuntuan akibat perbedaan pandangan mengenai implementasi kesepakatan dan perkembangan situasi regional setelahnya. Ketegangan yang kembali memuncak ini menempatkan kawasan Timur Tengah pada ambang konflik berskala lebih luas, dengan Amerika Serikat mengambil langkah perlindungan maksimal bagi warganya di tengah ketidakpastian keamanan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar