Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata, AS Mediasi Kesepakatan Bersejarah

- Kamis, 04 Juni 2026 | 07:15 WIB
Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata, AS Mediasi Kesepakatan Bersejarah

Israel dan Lebanon mencapai kesepakatan untuk kembali memberlakukan gencatan senjata setelah melalui serangkaian perundingan yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Kesepakatan bersejarah ini diumumkan pada Rabu (3/6) waktu setempat di Washington, menandai langkah penting di tengah ketegangan yang telah berlangsung lama di kawasan tersebut.

Berdasarkan pernyataan bersama yang dirilis kedua negara, gencatan senjata ini mensyaratkan penghentian total seluruh aktivitas tembakan oleh Hizbullah, kelompok yang didukung Iran. Selain itu, Israel dan Lebanon dua pihak yang tidak memiliki hubungan diplomatik formal sepakat untuk membentuk zona percontohan di mana angkatan bersenjata Lebanon akan memegang kendali eksklusif atas wilayah tersebut, tanpa melibatkan aktor non-negara mana pun.

Kedua negara juga berkomitmen untuk melanjutkan pembicaraan lebih lanjut mengenai jalur politik dan keamanan pada Minggu, 22 Juni mendatang. Pertemuan tersebut ditargetkan untuk mencapai kesepakatan komprehensif yang dapat menjadi landasan stabilitas jangka panjang di perbatasan mereka.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan bahwa kemajuan signifikan telah tercapai dalam proses perundingan antara Israel dan Lebanon. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, mengungkapkan bahwa pembicaraan yang dimediasi oleh Washington tersebut hampir mencapai titik akhir yang positif.

“Kemajuan terus berlanjut di jalur politik dan keamanan saat kita melepaskan diri dari kegagalan 20 tahun terakhir dan maju menuju kesepakatan komprehensif yang bertujuan untuk memulihkan kedaulatan Lebanon dan memastikan keamanan Israel,” ujar Pigott dalam pernyataannya.

Pigott menambahkan bahwa pembicaraan antara Israel dan Iran yang berlangsung di Washington, DC, juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dan akan dilanjutkan pada hari berikutnya. Pengumuman ini muncul hanya beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Iran tengah berupaya menghalangi upaya diplomatik antara kedua negara. Meskipun demikian, kesepakatan gencatan senjata ini tetap menjadi secercah harapan bagi perdamaian di kawasan yang selama ini dilanda konflik.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar