Pembangunan SMA Unggul Garuda di Bulungan Dikebut 24 Jam demi Target Rampung 2026

- Kamis, 04 Juni 2026 | 05:45 WIB
Pembangunan SMA Unggul Garuda di Bulungan Dikebut 24 Jam demi Target Rampung 2026

Pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda di Jelarai Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, kini dikebut dengan sistem kerja tiga shift. Langkah agresif ini ditempuh untuk mengejar target serah terima parsial pada Juli 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan penyelesaian menyeluruh pada September tahun yang sama.

Proyek yang berdiri di atas lahan seluas dua puluh hektare ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas di wilayah perbatasan. Dengan sistem kerja tiga shift, proses konstruksi berlangsung selama dua puluh empat jam tanpa henti, melibatkan ribuan tenaga kerja yang terbagi dalam tiga giliran kerja.

Sementara itu, percepatan pembangunan ini tidak hanya bertujuan memenuhi tenggat waktu, tetapi juga menjamin kualitas infrastruktur pendidikan yang setara dengan standar nasional. Pemerintah berharap SMA Unggul Garuda mampu menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia unggul di kawasan timur Indonesia.

Di sisi lain, kehadiran sekolah ini diharapkan dapat menekan angka putus sekolah dan meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kalimantan Utara. Fasilitas yang direncanakan meliputi ruang kelas modern, laboratorium, perpustakaan, serta asrama bagi siswa dari berbagai daerah.

Namun, tantangan geografis dan logistik tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan proyek ini. Medan yang relatif terpencil menuntut koordinasi ketat antara kontraktor, pemerintah daerah, dan kementerian terkait agar distribusi material serta tenaga kerja berjalan lancar.

Dengan progres yang terus dipantau secara berkala, optimisme terhadap rampungnya pembangunan tepat waktu masih terjaga. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan sekolah berstandar internasional yang dapat bersaing di tingkat global, sekaligus menjawab kebutuhan pendidikan di daerah terdepan Indonesia.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar