Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Pengamat Nilai Perang Berpotensi Meluas ke Indo-Pasifik

- Jumat, 29 Mei 2026 | 07:05 WIB
Konflik AS-Iran Kembali Memanas, Pengamat Nilai Perang Berpotensi Meluas ke Indo-Pasifik

Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat konflik bersenjata setelah gencatan senjata yang bertahan selama beberapa pekan, memicu pertanyaan mengenai kapan perang antara kedua negara tersebut benar-benar akan berakhir. Ketegangan yang sempat mereda kini pecah kembali, membawa dampak yang tidak hanya dirasakan oleh kedua pihak, tetapi juga oleh komunitas internasional yang mengkhawatirkan eskalasi lebih lanjut.

Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah, mengemukakan bahwa Amerika Serikat diprediksi akan terus melancarkan serangan terhadap Iran tanpa batas waktu yang jelas. Menurut analisisnya, setiap serangan yang dilancarkan oleh AS akan mendapat balasan dari Iran dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

“Amerika Serikat akan terus menyerang Iran tanpa batas waktu berhenti. Iran akan membalas dengan menggunakan perangkat Plasma, yang daya rusak dan daya hancurnya luar biasa,” kata Rezasyah saat dihubungi pada Jumat (29/5/2026).

Di sisi lain, ia menambahkan bahwa konflik ini berpotensi meluas secara signifikan. Sekutu-sekutu dari kedua negara, meskipun tidak secara terbuka menyatakan keterlibatan, diperkirakan akan memberikan dukungan diam-diam dan ikut serta dalam pertempuran secara tidak langsung.

“Terdapat potensi perang ini meluas, dengan melibatkan dukungan diam-diam dari sekutu-sekutu AS di Indo-Pasifik,” ucap dia.

Situasi ini menempatkan kawasan Indo-Pasifik dalam posisi yang rentan, mengingat beberapa negara sekutu AS di wilayah tersebut memiliki kepentingan strategis yang erat dengan dinamika keamanan global. Tanpa adanya mekanisme de-eskalasi yang efektif, perang antara dua negara adidaya ini dikhawatirkan akan memasuki fase baru yang lebih kompleks dan berkepanjangan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar