Dua Wisatawan Austria Tewas Terjatuh dari Jembatan Gantung di Air Terjun Cunca Wulang, Labuan Bajo

- Senin, 25 Mei 2026 | 10:40 WIB
Dua Wisatawan Austria Tewas Terjatuh dari Jembatan Gantung di Air Terjun Cunca Wulang, Labuan Bajo

Dua wisatawan asal Austria tewas setelah terjatuh dari jembatan gantung setinggi 20 meter di kawasan Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Korban yang diketahui bernama Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul (57) itu menghembuskan napas terakhir setelah tubuh mereka menghantam bebatuan di dasar jembatan.

Air Terjun Cunca Wulang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi alam favorit di Labuan Bajo. Namun, tragedi berawal ketika sejumlah papan kayu penyusun jembatan gantung menuju lokasi air terjun tiba-tiba patah. Kepala Kantor SAR Maumere yang juga bertindak sebagai SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, mengonfirmasi bahwa papan penyeberangan tersebut tidak mampu menahan beban hingga akhirnya ambruk.

“Papan penyeberangan (jembatan gantung) patah dan mengakibatkan kedua korban jatuh,” ungkap Fathur dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.30 Wita, Minggu, saat kedua turis asing tengah menikmati liburan di destinasi wisata tersebut. Dalam hitungan detik, keduanya jatuh dan langsung meninggal dunia di lokasi kejadian. Fathur menambahkan bahwa korban tidak sempat mendapatkan pertolongan karena cedera parah akibat benturan.

“Korban terjatuh dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” jelasnya.

Sementara itu, pemandu wisata bernama Muhamad Muhardin (30) menjadi saksi langsung detik-detik mencekam tersebut. Menurut Muhardin, kedua turis sempat berniat mengabadikan momen kebersamaan mereka melalui video pendek. Mereka kemudian menyerahkan telepon genggam kepada Muhardin dan memintanya merekam dari arah belakang.

Sekitar sepuluh meter melangkah di atas bentangan jembatan gantung, Muhardin merasakan struktur kayu yang menjadi tumpuan kaki mendadak patah. Ia juga mendengar suara keras mirip pohon besar tumbang. Dari kejauhan, ia menyaksikan kedua turis itu jatuh dan tubuh mereka terbentur bebatuan besar di bawah.

“Dalam hitungan detik, jembatan langsung ambruk total,” ujar Muhardin.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar