Tim Pengawas Haji Dewan Perwakilan Rakyat memberikan apresiasi terhadap kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang dinilai mengalami peningkatan signifikan. Meskipun masih terdapat sejumlah catatan evaluasi, pemerintah dan parlemen optimistis pelayanan pada puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina yang dikenal dengan istilah Armuzna akan berlangsung jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurizal, menyampaikan bahwa pengawasan kini difokuskan pada kualitas pemondokan di Makkah setelah rangkaian pemantauan di Madinah dinyatakan rampung. “Selanjutnya di Makkah ini, bagaimana kita melakukan pengawasan terkait pemondokan. Walaupun ada masukan-masukan terkait jarak, kemudian juga fasilitas hotel. Ini akan menjadi catatan perbaikan untuk ke depan,” ujarnya usai rapat koordinasi di Makkah, Arab Saudi.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah kelayakan fasilitas di kawasan Armuzna, termasuk kapasitas tenda dan kesesuaian jumlah kasur. Langkah ini diambil untuk mencegah kelebihan muatan yang kerap terjadi pada musim haji sebelumnya. “Yang dulu kadang-kadang dibilang isinya 100 padahal cuma 50, sekarang betul-betul dicek. Dan kita apresiasi Kementerian Haji beserta petugas yang ada, yang sudah disiapkan, dididik di Jakarta begitu luar biasa,” tegas Cucun.
Rapat koordinasi tersebut digelar secara khusus guna mematangkan kesiapan menjelang fase krusial Armuzna yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026. Pemerintah memastikan seluruh instrumen pelayanan, mulai dari akomodasi, katering, hingga layanan kesehatan, telah disinkronisasikan dengan baik.
Senada dengan DPR, Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf menyatakan bahwa seluruh tahapan krusial, sejak keberangkatan dari tanah air hingga pemondokan di Makkah, berjalan mulus sesuai rencana operasional. “Alhamdulillah sampai hari ini pemberangkatan, persiapan di embarkasi, kegiatan di Madinah, kegiatan di Makkah, semuanya berjalan sesuai harapan. Tinggal puncak haji yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ungkapnya.
Sinergi yang solid antara pemerintah dan DPR diharapkan mampu meminimalisasi kendala di lapangan. Dengan demikian, seluruh jemaah haji Indonesia dapat beribadah dengan khusyuk, meraih predikat haji mabrur, serta kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat.
Artikel Terkait
Kecelakaan di Tol Layang Slipi, Dua Mobil Terlibat Tabrakan hingga Lalu Lintas Macet
Banjir Landa Palabuhanratu, Sungai Cipalabuhan Meluap dan Rendam Puskesmas hingga Pasar
Pegawai KFC Nyaris Dihakimi Massa Usai Kedapatan Copot HP di Acara Vespa Bogor
Menteri Desa Apresiasi Desa Tuntang Jadi Contoh Pengelolaan Dana Desa Lewat Budidaya Lele, Melon, dan Kambing