DPRD DKI Minta Investigasi Transparan Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

- Rabu, 29 April 2026 | 21:25 WIB
DPRD DKI Minta Investigasi Transparan Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menyampaikan rasa duka yang mendalam. Tragedi tabrakan antara Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur, pada Senin 27 April 2026 lalu, benar-benar memukul kita semua.

Menurut Kenneth, peristiwa ini bukan cuma meninggalkan luka buat keluarga korban. Lebih dari itu, ini jadi duka bersama seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang sehari-harinya bergantung pada transportasi kereta api.

“Saya secara pribadi mengucapkan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Semoga korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).

Bang Kent sapaan akrab Hardiyanto Kenneth juga mendoakan para korban luka. Ia berharap mereka yang masih dirawat bisa segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

“Insiden ini harus jadi peringatan serius bagi semua pemangku kepentingan. Operator dan regulator perkeretaapian wajib melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan,” tegas anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta itu.

Ia menekankan pentingnya investigasi yang transparan. Menurutnya, kita perlu mengungkap penyebab utama kecelakaan ini secara gamblang. Baru setelah itu, langkah pencegahan bisa segera diterapkan.

“Keselamatan pengguna jasa kereta api harus menjadi prioritas utama. Ini mencakup pembaruan teknologi persinyalan, peningkatan kualitas infrastruktur, serta penguatan sistem pengawasan operasional,” ujar Ketua IKAL PPRA Angkatan LXII itu.

Di sisi lain, Kenneth juga mendorong audit menyeluruh. Bukan cuma soal sistem operasional, tapi juga pengaturan jalur dan standar keamanan. Terutama di titik-titik rawan pertemuan lintasan kereta api. Menurutnya, kita tidak bisa hanya mengandalkan penanganan setelah kejadian.

“Harus ada evaluasi menyeluruh dari hulu ke hilir. Termasuk sistem pengendalian perjalanan kereta dan pengawasan lintasan,” tegasnya lagi.

Ia juga berharap keluarga korban mendapatkan pendampingan yang layak. Baik secara medis maupun psikologis. Proses investigasi, kata Kenneth, harus berjalan transparan. Publik berhak mendapat kejelasan atas peristiwa ini.

Tak berhenti di situ, ia menyoroti pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi petugas. Penerapan teknologi otomatis juga perlu dipercepat. Semua itu, menurutnya, demi mencegah kecelakaan serupa di masa mendatang. Standar operasional prosedur (SOP) keselamatan, katanya, harus ditegakkan tanpa kompromi.

“Setiap potensi kelalaian harus bisa diantisipasi dengan sistem yang kuat dan disiplin tinggi dari seluruh pihak,” tambahnya.

Di luar semua itu, Bang Kent mengapresiasi kerja cepat tim SAR, tenaga medis, dan semua pihak yang terlibat dalam evakuasi serta penanganan korban. Menurutnya, respons cepat mereka patut diacungi jempol.

Ke depan, ia berharap ada peningkatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan operator kereta api. Tujuannya satu: memastikan keselamatan penumpang.

“Peristiwa ini tidak boleh terulang kembali. Transportasi publik harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan dapat dipercaya masyarakat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kecelakaan itu terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. Sekitar pukul 20.52 WIB, Senin 27 April 2026 malam. Titik tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur, KM 28 920.

Berdasarkan data terbaru dari Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin, tercatat 14 penumpang KRL meninggal dunia. Data itu dihimpun hingga Senin (28/4/2026) pukul 08.45 WIB.

Para korban kini dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan. Antara lain RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat. Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dalam insiden nahas tersebut.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar