Mogoknya sejumlah sopir mikrolet M44 rute Kampung Melayu-Karet akibat aksi demonstrasi di Balai Kota DKI Jakarta berdampak pada penumpang transportasi umum di kawasan Tebet. Antrean Jaklingko di Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, terpantau lebih panjang dari biasanya karena pilihan moda transportasi warga berkurang.
Seorang penumpang Jaklingko bernama Ana (28) mengaku merasakan langsung dampak mogoknya angkot tersebut. Menurutnya, antrean di halte Stasiun Tebet bertambah ramai sejak pagi, seiring dengan adanya unjuk rasa yang membuat mikrolet tidak beroperasi.
"Iya, tadi pagi ramai (demo) itu kan ya, iya iya tahu. Iya bener ya (antreannya) jadi sedikit lebih panjang," kata Ana saat ditemui di Halte Stasiun Tebet bagian Barat, Kamis (6/8/2026).
Ana menjelaskan, biasanya penumpang yang kesulitan mendapatkan tempat duduk di Jaklingko akan beralih menggunakan angkot. Namun, dengan mogoknya mikrolet M44, opsi tersebut tidak tersedia sehingga banyak yang akhirnya menunggu Jaklingko.
"Soalnya kalau angkot beroperasi tuh kalau ada yang susah dapet duduk di Jaklingko biasanya pakai angkot tuh," ujarnya.
Meski demikian, Ana mengaku tetap terbantu dengan keberadaan Jaklingko. Ia menilai layanan ini gratis dan tidak menunggu penumpang terlalu lama atau ngetem, sehingga menjadi andalan warga.
"Terbantu banget, soalnya Jaklingko kan gratis, terus juga berhentinya cepet, nggak ngetem, gitu," imbuhnya.
Artikel Terkait
Ibunda Ivanka Slank Meninggal Dunia, Dimakamkan di Tanah Kusir
Ibunda Ivan Slank Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di Rumah Sakit
Bocah Kabur Usai Orang Tua Bertengkar, Ditemukan Telantar di Tebet
Karangan Bunga Penuhi Rumah Duka Rachmat Gobel, Pelayat Terus Berdatangan