Guru PPPK dan Senior Rasakan Manfaat TPG Bulanan, dari Kesejahteraan Hingga Bantu Siswa

- Rabu, 29 April 2026 | 05:30 WIB
Guru PPPK dan Senior Rasakan Manfaat TPG Bulanan, dari Kesejahteraan Hingga Bantu Siswa

JAKARTA – Ada cerita menarik dari seorang guru PPPK soal perubahan sistem pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Sekarang, katanya, lebih plong karena diterima tiap bulan. Bukan cuma soal uang, tapi juga soal semangat mengajar.

Eros Rosidah, guru ASN dengan status PPPK di SDN Cipayung 01 Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, sudah malang melintang di dunia pendidikan. Lima tahun pertama ia habiskan sebagai honorer. Tiga tahun terakhir, statusnya berubah jadi PPPK. Total, sudah delapan tahun ia mengabdi.

Menurut Eros, TPG ini dampaknya terasa banget. Dari sisi finansial jelas membantu. Tapi yang bikin dia lebih semangat, tunjangan itu juga dipakai untuk hal-hal di luar kepentingan pribadi.

“Puji syukur, hampir semua guru di sini sudah mendapatkan TPG. Dengan TPG, dana tersebut juga kami manfaatkan untuk membantu beberapa murid yang memerlukan keperluan sekolah seperti buku, sepatu, maupun tas,” ujar Eros, dikutip dari Antara.

Ia melanjutkan, “Kami sangat senang, selain menjadi tabungan untuk kami pribadi, TPG juga bermanfaat untuk murid kami.”

Di sisi lain, ada Syamsuddin. Guru senior ini sudah mengajar sejak 1999, dan saat ini masih setia di SDN Cipayung 01 Ciputat. Menurutnya, kesejahteraan guru itu fondasi penting buat pendidikan yang berkualitas. Dulu, TPG cair tiap tiga bulan. Sekarang bulanan. Ia merasa ini perubahan yang signifikan.

“Sekarang lebih lancar karena diterima setiap bulan. Puji syukur sangat membantu saya baik untuk kebutuhan keluarga maupun pengembangan diri,” katanya.

Syamsuddin menambahkan, manfaat TPG nggak cuma buat perut. Ia juga bisa pakai uang itu untuk beli laptop, lanjut sekolah, atau sekadar memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Semua itu, imbuhnya, ujung-ujungnya balik lagi ke kualitas ngajar di kelas.

Nah, soal perubahan sistem ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) punya pandangan sendiri. Mereka bilang, pencairan bulanan ini bikin guru lebih sejahtera. Dan anehnya, guru jadi lebih peduli sama murid-muridnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (28/4), menegaskan bahwa TPG bukan cuma angka di kertas anggaran.

“Bagi kami, tunjangan guru bukan sekadar angka dalam anggaran, tetapi bentuk apresiasi atas dedikasi para guru yang setiap hari hadir mendidik generasi bangsa,” kata Mendikdasmen Mu’ti.

Ia pun menambahkan, “Dengan dipenuhi haknya, kami berharap para guru dapat lebih fokus mengajar dan memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi murid-murid.”

Ya, setidaknya dari cerita Eros dan Syamsuddin, harapan itu mulai kelihatan wujudnya. TPG bulanan, bagi mereka, bukan sekadar soal uang. Tapi juga soal martabat dan rasa dihargai.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar