Polda Sumatera Selatan, lewat Direktorat Reserse Narkoba, bareng Polres Empat Lawang, baru saja membongkar kasus narkotika yang cukup bikin geleng-geleng kepala. Operasi gabungan ini berhasil menemukan ladang ganja seluas 20 hektare di Desa Batu Jungul, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang. Bukan cuma ladangnya, polisi juga mengamankan 220 kilogram ganja kering yang udah siap edar.
Operasi ini digelar pada Jumat, 24 April 2026. Yang pimpin langsung adalah Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Yulian Perdana, ditemani Kapolres Empat Lawang, AKBP Abdul Aziz Septiadi. Pengungkapan ini bukan kerja dadakan, lho. Hasilnya adalah pengembangan dari penyelidikan intensif yang udah jalan sejak Februari 2026. Waktu itu, mereka udah mulai memetakan jaringan distribusi ganja yang ternyata jalurnya lintas wilayah, sampai tembus ke Pulau Jawa.
Ceritanya berawal dari penangkapan seorang tersangka utama berinisial PD, alias Pinhar. Dia diciduk di loket bus Jalan Gubernur H. Bastari, Palembang. Dari tangannya, petugas menemukan ganja. Nah, dari situlah pengembangan dilakukan, dan akhirnya mengarah ke lokasi utama di Desa Batu Jungul.
Sampai di lokasi, pemandangannya sungguh di luar dugaan. Ada ladang ganja yang masih aktif, plus barang bukti ganja kering dalam jumlah yang bikin tercengang. Totalnya, 220 kilogram ganja kering yang udah dikemas rapi dalam 11 karung besar. Selain itu, polisi juga menyita empat unit sepeda motor yang diduga hasil tindak pidana, plus dokumen kepemilikan lahan dan peta ladang ganja.
Yang lebih menarik, dari hasil penyidikan, tersangka PD ini ternyata mengelola seluruh rantai produksi. Mulai dari nanam, sampai urusan distribusi, semua dia yang atur. Jaringan ini katanya udah beroperasi sejak tahun 2024. Wilayah distribusinya pun luas, mencakup Empat Lawang, Palembang, hingga Pulau Jawa.
Sampai sekarang, masih ada empat orang lainnya yang diduga terlibat. Mereka sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) dan masih dalam pengejaran. Untuk tersangka utama, dia dijerat dengan Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Bukan tidak mungkin pasalnya akan dikembangkan lagi seiring hasil penyidikan lanjutan.
Kombes Yulian Perdana, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, menegaskan kalau penangkapan ini adalah bukti komitmen mereka dalam memberantas narkotika. Katanya, pengembangan dari kasus ini bakal terus didalami.
"Sejak 2024 jaringan ini mengelola ladang ganja dan mendistribusikannya hingga ke Pulau Jawa. Hari ini seluruh rantai tersebut berhasil kami putus. Barang bukti 220 kilogram ganja tidak jadi beredar, dan pengembangan terhadap jaringan terus kami lakukan," ujar Kombes Pol Yulian Perdana dalam keterangannya, Minggu, 26 April 2026.
Sementara itu, Kapolres Empat Lawang, AKBP Abdul Aziz Septiadi, punya pandangan sendiri. Menurut dia, pengungkapan ini adalah langkah strategis buat menyelamatkan masyarakat dari bahaya narkotika. Polres Empat Lawang, katanya, berkomitmen untuk terus memburu pelaku lain yang masih buron.
"Ladang ganja seluas 20 hektare telah kami bongkar dan bandar utamanya berhasil diamankan. Kami juga terus memburu para pelaku lain serta melakukan pendekatan sosial kepada masyarakat agar tidak kembali terlibat dalam aktivitas ilegal ini," ujar AKBP Abdul Aziz Septiadi.
Terakhir, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Nandang Mu'min Wijaya, ikut angkat bicara. Dia bilang, pengungkapan ini adalah salah satu capaian terbesar dalam pemberantasan narkotika di wilayah Sumatera Selatan. Menurutnya, ini menunjukkan keseriusan Polri.
"Polda Sumsel tidak hanya menindak peredaran narkoba di hilir, tetapi juga memutus sumber produksi di hulu. Ladang ganja 20 hektar dan 220 kilogram ganja yang berhasil disita merupakan bukti keseriusan kami dalam melindungi masyarakat," ujar Nandang Mu'min Wijaya.
Artikel Terkait
Daniel, Pengusaha Mie Ayam Bintang, Ungkap Lima Kunci Sukses Skalakan Bisnis UMKM
Kapolres Serang Imbau Buruh Demo Damai Saat May Day, Pelajar Diminta Tak Ikut Turun ke Jalan
Sembilan Perlintasan Kereta Tanpa Palang Pintu di Kabupaten Bogor, Terbanyak di Parung Panjang dan Cigombong
Pemprov DKI Berduka, Guru SDN Pulogebang 11 Tewas Tertabrak KRL di Bekasi Timur