Deddy Corbuzier Kritik Pedas Konten Hinaan Steven Wongso Terhadap Orang Gemuk

- Rabu, 15 April 2026 | 16:30 WIB
Deddy Corbuzier Kritik Pedas Konten Hinaan Steven Wongso Terhadap Orang Gemuk

Steven Wongso dan Kontroversi yang Menyakitkan

Nama Steven Wongso belakangan ini ramai dibicarakan. Bukan karena lawakannya, tapi karena kontennya yang dianggap banyak orang keterlaluan. Ia menghina orang gemuk, bahkan menyamakan mereka dengan binatang. Rasanya, batas sudah terlampaui.

Konten itu akhirnya sampai juga ke telinga Deddy Corbuzier. Dan seperti diduga, sang mentalis itu tak tinggal diam. Dalam podcast miliknya, Deddy menyoroti Steven dengan kritik pedas. Baginya, tindakan Steven tidak etis. Asumsi bahwa menurunkan berat badan itu mudah, menurut Deddy, adalah pemikiran yang sempit.

Lalu, apa alasan Steven?

Dia bilang, alasannya sederhana: kesepian.

"Jujur, saya kesepian. Saya pengin banyak yang komentar di konten itu,"

Ungkapan itu dilontarkan Steven Wongso. Tapi, bagi Deddy, alasan seperti itu tidak bisa jadi pembenaran. Apalagi, Deddy kemudian menyentil soal penggunaan steroid oleh Steven untuk membentuk badannya. Poin ini yang membuat kritik Deddy makin tajam.

"Lo bahas kondisi fisik orang lain, sedangkan lo sendiri cheat code (pakai steroid) kok. Apa bedanya lo sama orang yang lo katain?"

Pertanyaan itu menggantung, membuat suasana jadi tegang. Steven mencoba membela diri, namun Deddy punya argumen kuat yang sulit dibantah. Ia menekankan, banyak orang punya masalah berat badan bukan karena malas, tapi karena kondisi medis yang mereka alami.

Deddy merasa, konten Steven justru menyakiti orang-orang yang sedang berjuang melawan penyakitnya. Bukan sekadar soal diet atau olahraga.

"Gimana kalau orang gendut ini bukan karena dia enggak mau usaha tapi karena masalah insulin resistensi? Atau tiroid problem? Lu mau diet kayak gimana juga enggak bisa! Itu kenapa ada obatnya,"

Penjelasan Deddy itu seperti tamparan. Ia mengingatkan kita semua bahwa di balik tubuh seseorang, ada cerita dan perjuangan yang tidak kita ketahui. Menghakimi dari luar, apalagi dengan kata-kata kasar, hanya akan menambah luka.

Perdebatan ini mungkin belum selesai. Tapi satu hal yang jelas: etika dalam membuat konten, dan empati sebagai sesama manusia, seharusnya tidak pernah dilupakan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar