Sabtu sore di Emirates Stadium berakhir dengan kekecewaan bagi para pendukung Arsenal. Tim papan atas Liga Inggris itu harus menyerah 1-2 dari Bournemouth dalam laga pekan ke-32. Padahal, laga ini diharapkan bisa menjadi pesta gol untuk sang tuan rumah.
Bournemouth justru yang tampil lebih siap. Mereka memecah kebekuan lebih dulu di menit ke-17. Eli Junior Kroupi, dengan refleks yang tajam, menyambar bola muntah yang gagal diamankan kiper Arsenal. Gol itu membuat suasana hening seketika.
Arsenal langsung membalas. Serangan demi serangan dilancarkan, dan Kai Havertz nyaris membobol gawang Djordje Petrovic. Namun, kiper Bournemouth itu masih terlalu tangguh. Momentum penyamakan akhirnya datang juga lewat sebuah insiden di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah melihat tangan Ryan Christie menyentuh bola.
Viktor Gyokeres maju sebagai eksekutor. Dengan tenang, striker asal Swedia itu menempatkan bola ke sudut kanan bawah gawang. Petrovic sudah menerka, tapi bola melesat terlalu cepat. Skor pun kembali imbang, 1-1, di menit ke-35.
Memasuki babak kedua, Arsenal seperti ingin mengakhiri perlawanan Bournemouth secepatnya. Mereka mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang. Gyokeres bahkan sempat menceploskan bola ke jala, tapi sorak suporter langsung dipotong bendera offside wasit. Rasanya, gol kedua tinggal menunggu waktu.
Namun begitu, sepakbola seringkali tak berjalan sesuai skenario. Di tengah tekanan itu, Bournemouth justru menunjukkan gigi taringnya. Pada menit ke-74, Evanilson memberi umpan matang dari sisi kanan. Alex Scott, yang masuk dari belakang, menyambutnya dengan sentuhan pertama yang sempurna. Bola meluncur deras ke gawang Arsenal. 2-1 untuk Bournemouth!
Arsenal panik. Sisa waktu pertandingan dihabiskan dengan menyerang habis-habisan. Di menit-menit akhir, sundulan keras Gyokeres lagi-lagi mengancam, tapi kali ini bola melayang tipis di sisi luar gawang. Peluit panjang wasit pun mengakhiri drama, menegaskan kemenangan penting bagi Bournemouth.
Kekalahan ini tentu pahit bagi Mikel Arteta dan anak asuhnya. Meski begitu, posisi mereka di puncak klasemen belum benar-benar goyah. Arsenal masih memimpin dengan 70 poin, unggul sembilan angka dari Manchester City yang ada di bawahnya.
Di sisi lain, kemenangan ini adalah modal berharga bagi Bournemouth. Mereka melonjak ke peringkat sembilan dengan 45 poin. Yang menarik, mereka kini cuma selisih satu poin dari zona kompetisi Eropa. Pencapaian yang cukup fantastis untuk sebuah tim yang sering dianggap sebagai underdog.
Artikel Terkait
Bea Cukai Tanjung Emas Hibahkan Satu Kontainer Meja dan Kursi ke Yayasan Pendidikan Setiabudhi Semarang
Jadwal Salat Makassar 27 Mei 2026: Iduladha, Ini Waktu Imsak hingga Isya
Sapi Kurban Terperosok ke Septic Tank Sedalam 6 Meter di Mojokerto, Dievakuasi Damkar Lebih 3 Jam
Sopir Ambulans Dikeroyok Usai Senggolan di Bolaang Mongondow, Empat Orang Diamankan