Jakarta - Langkah pemerintah membatasi akses media sosial dan game online untuk anak di bawah 16 tahun menuai beragam reaksi. Di Meruya Selatan, Jakarta Barat, seorang pemilik rental PlayStation justru menyambutnya dengan senyum lebar.
Asrofi, pemilik usaha rental itu, mengaku bersyukur. Bagi dia, kebijakan Kementerian Komunikasi dan Digital ini bagai angin segar. "Sebagai pemilik rental juga saya senang adanya kebijakan itu," ujarnya pada Selasa, 7 April 2026.
"Sebab dari pembatasan tersebut anak-anak jadi berpindah dari main game online ke PS," tambahnya.
Ia melihat peluang jelas di sini. Momen anak-anak berkumpul dan bermain bersama di tempatnya bisa jadi lebih sering. Yang tadinya mungkin asyik sendiri-sendiri dengan gawainya, sekarang bisa kembali ke hiburan yang lebih terasa gregetnya meski tetap digital.
Menurut Asrofi, pengalaman main PlayStation itu berbeda. Lebih interaktif, lebih riil ketimbang sekadar menatap layar hp. "Lagi pula PS itu sebagai hiburan dalam permainan," katanya. "Kalau hp itu anak anak sering membuka hal hal yang berbau dewasa."
Artikel Terkait
Menteri Haji Ungkap Lonjakan Harga Avtur Tiga Kali Lipat Jadi Tantangan Utama
Bareskrim Sita 1,3 Juta Liter BBM Subsidi dan 23 Ribu Tabung Elpiji dalam Kasus Mafia Energi
Sampah Menggunung di Depan SDN 1 Leuwiliang, Pihak Kecamatan Klaim Sudah Ditangani
Kecelakaan Maut di Cadas Pangeran Tewaskan Seorang Ayah, Anak Kritis