Streamlining BUMN Transportasi Dinilai Kunci Perkuat Layanan Publik dan Efisiensi Logistik

- Minggu, 09 Agustus 2026 | 03:20 WIB
Streamlining BUMN Transportasi Dinilai Kunci Perkuat Layanan Publik dan Efisiensi Logistik

Penyederhanaan struktur dan proses bisnis di BUMN transportasi dinilai tidak cukup jika hanya berhenti pada tataran korporasi. Transformasi ini harus mampu menghadirkan layanan publik yang lebih andal sekaligus menekan biaya logistik nasional. Pasalnya, BUMN transportasi memegang peran strategis dalam mengelola konektivitas dari pelabuhan, bandara, hingga jalan tol, sehingga efisiensi di tingkat perusahaan perlu diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia usaha.

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menilai langkah streamlining pada BUMN transportasi merupakan kebijakan yang relevan. Menurutnya, efisiensi korporasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan jika didukung tata kelola yang kuat dan strategi transformasi yang tepat.

"Streamlining di BUMN pelayanan publik itu menjadi keniscayaan, sebab salah satu fungsi utama BUMN adalah untuk public services. Dengan pola tersebut akan tercipta pelayanan publik yang andal dan tingkat kepuasan publik yang tinggi. Namun, hal ini juga dipengaruhi oleh kiprah bisnis dari BUMN tersebut yang menunjukkan kinerja korporasi yang terus membaik," kata Tulus dalam keterangan tertulis, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Tulus, keberhasilan streamlining BUMN akan terlihat dari kinerja keuangan yang sehat dan peningkatan manfaat bagi masyarakat. Indikatornya antara lain naiknya kepuasan pengguna, percepatan layanan pengaduan, serta penguatan kinerja keuangan yang berdampak pada kontribusi kepada negara. Ia juga menilai konsolidasi BUMN di sektor strategis dapat diterapkan selama tetap memperhatikan kepentingan publik. Untuk sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak, keberadaan BUMN dengan skala besar dapat menjadi instrumen negara dalam menjaga keterjangkauan tarif, ketersediaan layanan, dan keandalan infrastruktur.

Namun, Tulus mengingatkan agar efisiensi yang dicapai tidak justru membebani masyarakat. "Aspek yang harus dimitigasi adalah efisiensi biaya produksi dari BUMN tersebut, sehingga publik tidak harus menanggung biaya yang tidak seharusnya dibebankan. Dalam jangka menengah, transformasi ini seharusnya dapat mendorong penurunan biaya logistik yang kemudian berdampak pada masyarakat sebagai pengguna akhir," ucapnya.

Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kehadiran Danantara menjadi momentum perubahan paradigma pengelolaan BUMN. "BUMN didorong untuk semakin kompetitif melalui inovasi, efisiensi, dan peningkatan kualitas layanan, bukan sekadar mengandalkan status sebagai perusahaan negara," kata Dony.

Danantara sendiri tengah melakukan transformasi BUMN, termasuk pada klaster Pelayanan Publik, Transportasi & Konektivitas. Beberapa BUMN yang terlibat antara lain InJourney Airports (PT Angkasa Pura Indonesia), Pelindo (PT Pelabuhan Indonesia), PT Jasa Marga Tbk, dan sejumlah BUMN terkait lainnya. Melalui koordinasi terpusat Danantara, ketiga BUMN tersebut memperkuat sinergi dengan penyederhanaan struktur, penguatan tata kelola, optimalisasi bisnis dan aset, percepatan digitalisasi, serta penguatan sumber daya manusia.

Pada sektor pelabuhan, Pelindo melakukan corporate streamlining dengan mengurangi duplikasi fungsi, standardisasi layanan, dan penguatan integrasi operasional. Sementara itu, InJourney Airports meningkatkan efisiensi melalui pengelolaan pembiayaan yang lebih terintegrasi, termasuk restrukturisasi yang berkontribusi menurunkan beban bunga sekitar 10 persen secara tahunan. Di sektor jalan tol, Jasa Marga memperkuat transformasi berbasis penciptaan nilai melalui digitalisasi dan peningkatan kualitas layanan. Inisiatif seperti Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) dengan dukungan lebih dari 3.500 CCTV real-time serta aplikasi Travoy yang telah diunduh lebih dari 1,3 juta kali menjadi contoh bagaimana teknologi menghubungkan efisiensi operasional dengan pengalaman pengguna.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags