Di Senayan, Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, buka suara soal pembahasan aset milik TNI. Ia tak menampik bahwa persoalan lahan kerap memicu ketegangan di lapangan, antara pihak militer dan warga sekitar. Panja Aset TNI yang digelar hari ini pun berlangsung tertutup, hanya melibatkan sejumlah pakar dan akademisi.
Menurut Utut, tujuan utama panitia kerja ini sebenarnya sederhana: menertibkan aset. "Kalau itu Panja Aset Tanah, udah lama. Lama sekali," ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
"Substansinya supaya aset-aset TNI itu tertata. Yang kritis kan kalau di situ ada pemukiman penduduk," tambahnya.
Nah, untuk mengurai masalah itu, Komisi I berencana membentuk klaster khusus. Klaster ini nantinya akan memetakan dan memisahkan mana lahan yang status kepemilikannya sudah jelas milik TNI, dan mana yang merupakan hak masyarakat.
Artikel Terkait
Ramalan Keuangan Aries 7 April 2026: Pemasukan Stabil, Waspada Pengeluaran Impulsif
Program Makan Bergizi Gratis di Lombok Timur Diperketat Pengawasannya
Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan Tewaskan Pemilik Hajatan di Purwakarta
Guru Silat di Serang Diamankan Warga Diduga Lecehkan Murid di Bawah Umur