Hari ini, imbauan "work from anywhere" atau WFA resmi berlaku. Kebijakan yang menyambut libur Lebaran 2026 ini ditujukan buat pegawai pemerintah dan swasta. Dampaknya langsung terasa, salah satunya pada kepadatan transportasi umum seperti KRL.
Di Stasiun Bekasi pagi tadi, suasana terasa berbeda. Biasanya riuh dan penuh sesak, kini antrean di mesin tiket hingga area peron tampak lebih landai. Memasuki peron, pemandangan biasa para komuter berdesakan mengejar kereta menuju Manggarai atau Pasar Senen pun tak terlihat. Di sisi lain, peron arah Cikarang bahkan jauh lebih sepi. Jarak antar penumpang yang menunggu terlihat berjauhan.
Kebijakan ini bukan tanpa dasar. Bagi aparatur sipil negara (ASN), aturannya merujuk pada Surat Edaran Menteri PANRB No. 2/2026. Sementara untuk sektor swasta, payung hukumnya adalah Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan dengan nomor M/2/HK.04/II/2026. Intinya, pekerja diharapkan bisa bekerja dari lokasi lain selama periode tertentu menyambut Nyepi dan Idulfitri.
Nah, untuk swasta, WFA Lebaran ini diberlakukan selama lima hari. Rincinya, pada tanggal 16 dan 17 Maret 2026. Lalu diharapkan bisa dilanjutkan lagi pada 25, 26, dan 27 Maret tentu dengan menyesuaikan kebutuhan operasional perusahaan masing-masing.
Tapi, tidak semua orang bisa menikmati kelonggaran itu. Seperti Wijaya, 31 tahun, yang masih harus berangkat ke kantornya di Jakarta Pusat hari ini.
"Dari kantor liburnya memang hari Rabu sampai minggu depan. Jadi tanggal 16, 17 ini masih WFO seperti biasa,"
ujarnya di sekitar stasiun.
Cerita serupa datang dari Amelia, 24 tahun. Karyawan swasta ini juga masih harus bekerja ke kantor. Menurutnya, justru beban kerja malah meningkat saat-saat seperti ini.
"Kantor aku swasta jadi nggak ada WFA atau WFH. Apalagi kalau di bulan-bulan kayak gini tuh emang lagi dikejar target banget untuk rilis report. Cuma kita udah mulai libur dari hari Kamis,"
jelasnya. Meski beberapa perusahaan tetap beroperasi normal, nuansa lengang di stasiun pagi ini cukup terasa. Sebuah penanda bahwa sebagian besar orang sudah mulai menggeser aktivitas kerjanya, jauh dari keramaian kota.
Artikel Terkait
Israel Konfirmasi 175 Aktivis Armada Bantuan Gaza Akan Diturunkan di Yunani
Badan Gizi Nasional Peringatkan Modus Penipuan Baru Mengatasnamakan Pejabat, Targetkan Pengelola Layanan Gizi
Peneliti BRIN Ungkap Rantai Makanan Kacau Jadi Pemicu Ledakan Populasi Ikan Sapu-Sapu di Jakarta
Israel Intersepsi 22 Kapal Bantuan Global Sumud Flotilla di Perairan Kreta, Komunikasi Armada Terputus