Twedi menekankan, upaya pencegahan dan deteksi dini adalah kunci. Terutama saat aktivitas masyarakat meningkat jelang Idul Fitri. Dia pun menyampaikan beberapa poin penting.
Pertama, soal jadi teladan ketertiban. "Dengan mematuhi aturan, menjaga sikap di ruang publik dan etika di ruang digital. Serta, menghindari konvoi liar maupun tindakan yang mengganggu ketertiban umum," tegasnya.
Kedua, tentang bahaya hoaks dan ujaran kebencian. Masyarakat diminta benar-benar menyaring informasi sebelum membagikan, memeriksa sumbernya. Tujuannya agar ruang digital tak jadi pemicu konflik di dunia nyata.
"Ketiga, mengutamakan musyawarah dan komunikasi yang menyejukkan," tuturnya.
Penyelesaian masalah, baik di perumahan, tempat usaha, atau rumah ibadah, kata dia, harus dilakukan dengan cara-cara bermartabat.
Harapannya jelas. Sinergi antara Polri dan ormas ini bisa semakin solid. Agar Jakarta Barat tetap kondusif, tak hanya sepanjang Ramadan, tapi hingga Idul Fitri nanti. Kerja sama semacam ini, diakui atau tidak, memang menjadi tulang punggung ketenteraman di tingkat akar rumput.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Laut di Maluku Barat Daya
Sidang Vonis Korupsi Pertamina Ricuh, Ditunda hingga Dini Hari
Siswi SMP Dibawa Kabur dan Jadi Korban Pencabulan Usai Dikenal di Grup WhatsApp
Kemenag Tegaskan Zakat Wajib, Ajak Umat Tingkatkan Kedermawanan Melampaui 2,5%