"Lingkungan yang bersih lahir dari kerja bersama dan komitmen yang konsisten. Mari jadikan peduli sampah sebagai kebiasaan, bukan sekadar peringatan,"
begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Pesan itu menegaskan satu hal: kunci utamanya ada di integrasi antara kebijakan dari atas dan perilaku sehari-hari warga. Dengan aksi terukur seperti ini, diharapkan angka timbulan sampah di ruang publik bisa ditekan.
Aksi di lapangan mungkin sudah selesai. Tapi tantangan sesungguhnya justru dimulai sekarang: bagaimana mempertahankan standar kebersihan yang sudah dicapai itu agar betul-betul menjadi budaya baru. Itulah pekerjaan rumah kita bersama.
Penulis: Fityan | Editor: Redaktur
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.030 per Dolar AS di Awal Perdagangan
Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Larantuka Dini Hari, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Pabrik Melamin Rp10,2 Triliun, Terbesar di Indonesia, Dibangun di KEK Gresik
Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan Ternyata Alat Penelitian Laut