Jakarta – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional kali ini benar-benar jadi momen penting. Bukan cuma seremoni, tapi lebih ke aksi nyata untuk mengubah cara kita mengelola lingkungan.
Gerakan Indonesia ASRI, misalnya, sedang gencar melakukan perluasan aksi. Mereka mengajak banyak orang untuk berkolaborasi membersihkan dan mempercantik berbagai ruang publik yang strategis. Tujuannya jelas: menanamkan kesadaran bahwa menjaga ekosistem itu perlu dilakukan terus-menerus, bukan cuma saat ada peringatan.
Lalu, seperti apa aksi nyatanya?
Relawan dan warga masyarakat terlihat turun langsung. Mereka menyisir titik-titik krusial, dari pantai sampai pusat keramaian di kota. Fokusnya sederhana: memastikan fasilitas umum tertata rapi dan bebas dari tumpukan sampah yang sering jadi masalah di perkotaan. Namun begitu, keberhasilan jangka panjang program semacam ini tentu saja bergantung pada konsistensi semua pihak. Kerja sama yang sudah terjalin harus dijaga ritmenya.
Nah, soal komitmen, Gerakan Indonesia ASRI punya pesan kuat. Mereka menekankan bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab lintas generasi. Ini bukan pekerjaan satu hari.
"Lingkungan yang bersih lahir dari kerja bersama dan komitmen yang konsisten. Mari jadikan peduli sampah sebagai kebiasaan, bukan sekadar peringatan,"
begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Pesan itu menegaskan satu hal: kunci utamanya ada di integrasi antara kebijakan dari atas dan perilaku sehari-hari warga. Dengan aksi terukur seperti ini, diharapkan angka timbulan sampah di ruang publik bisa ditekan.
Aksi di lapangan mungkin sudah selesai. Tapi tantangan sesungguhnya justru dimulai sekarang: bagaimana mempertahankan standar kebersihan yang sudah dicapai itu agar betul-betul menjadi budaya baru. Itulah pekerjaan rumah kita bersama.
Penulis: Fityan | Editor: Redaktur
Artikel Terkait
Janice Tjen Hadapi Camila Osorio di Babak Pertama Merida Open
Festival Imlek Nasional 2026 Resmi Dibuka, Tawarkan Harmoni Budaya di Jakarta
Serangan KKB di Nabire Tewaskan Prajurit TNI dan Petugas Keamanan Sipil
Sekjen Golkar Soroti Bahaya Eksklusivitas LPDP: Jangan Hanya Dinikmati Orang Kaya