MURIANETWORK.COM - Lima pelaku usaha mikro di Surabaya mendapatkan suntikan semangat baru melalui bantuan modal dan peralatan usaha. Bantuan senilai total Rp53,35 juta ini merupakan hasil kolaborasi antara Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Genteng Surabaya. Bantuan ini diharapkan dapat langsung menggerakkan roda ekonomi para penerima, yang merupakan binaan organisasi masyarakat setempat.
Sinergi untuk Ekonomi Akar Rumput
Inisiatif ini menonjolkan kerja sama yang solid antara lembaga legislatif dan organisasi kemasyarakatan. PCM Genteng, yang memiliki program pemberdayaan ekonomi, menjadi mitra strategis dalam mengidentifikasi dan mendampingi penerima manfaat. Kolaborasi semacam ini dinilai penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Bantuan yang disalurkan bersifat komprehensif, tidak hanya berupa dana tunai. Para pelaku UMKM menerima paket lengkap yang mencakup rombong dagang, tenda, meja kursi plastik, hingga perlengkapan masak seperti kompor gas dan tabung elpiji. Bahkan, peralatan pendukung seperti blender dan gelas kopi turut disertakan untuk memastikan operasional usaha dapat berjalan dengan lancar sejak hari pertama.
Apresiasi dari Mitra Pelaksana
Sekretaris PCM Genteng Surabaya, Azmi Izuddin, menyambut baik langkah nyata ini. Ia menegaskan bahwa program ini selaras dengan visi organisasinya dalam membangun kemandirian ekonomi warga.
“Program ini hadir untuk masyarakat, agar manfaatnya bisa langsung dirasakan. Kami sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan,” tuturnya.
Penekanan pada Dampak Berkelanjutan
Di sisi lain, Bambang Haryo Soekartono menekankan bahwa bantuan permodalan adalah fondasi krusial bagi pertumbuhan usaha mikro. Politisi tersebut berharap dukungan ini dapat menjadi katalisator bagi perkembangan usaha para penerima.
“Modal yang cukup akan membuka peluang besar bagi pengembangan usaha mikro. Dengan dukungan yang tepat, roda usaha kecil bisa bergerak lebih cepat dan stabil,” jelas Bambang.
Ia juga menyoroti pentingnya memperluas akses terhadap skema pendanaan serupa bagi lebih banyak pelaku UMKM skala mikro, yang kerap menghadapi kendala dalam mengakses modal formal.
Bukan Akhir, Melangkah Awal
Bambang Haryo menegaskan bahwa penyerahan bantuan ini bukanlah garis finis, melainkan sebuah titik tolak. Komitmen untuk memantau perkembangan dan keberlanjutan usaha para penerima menjadi hal yang implisit dalam program kolaboratif semacam ini.
“Harapan kami, ini menjadi dorongan agar mereka bisa terus berkembang dan meningkatkan usahanya,” pungkasnya.
Dengan dukungan peralatan yang siap pakai dan modal kerja, kelima UMKM tersebut kini memiliki pondasi yang lebih kokoh untuk menghadapi tantangan pasar dan mengembangkan bisnis mereka ke tingkat yang lebih baik.
Artikel Terkait
Napoleon III dan Victor Emmanuel II Tandatangani Perjanjian Turin, Serahkan Nice ke Prancis
Komisi VIII DPR Tinjau Penyaluran Bansos dan Sinergi Lembaga Sosial di Batam
IIMS 2026 Catat Transaksi Rp8,7 Triliun, Lanjut ke Surabaya, Balikpapan, dan Manado
Stasiun Depok Baru Dinilai Tak Aksesibel, Penumpang Lansia dan Disabilitas Terhambat Tangga