MURIANETWORK.COM - Seorang perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia (TNI) diproyeksikan untuk menduduki posisi strategis sebagai Wakil Komandan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) di Gaza. Penempatan ini, yang diinisiasi oleh pemerintahan Amerika Serikat, menandai kepercayaan global terhadap kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia. Komisi I DPR RI pun telah menyoroti kriteria khusus yang harus dimiliki prajurit TNI untuk mengemban amanah penting tersebut.
Kualifikasi yang Ditekankan Komisi I DPR
Menanggapi rencana penugasan ini, Komisi I DPR tidak hanya melihatnya sebagai kehormatan, tetapi juga sebagai tanggung jawab besar yang membutuhkan sosok dengan kompetensi mumpuni. Posisi wakil komandan dinilai sangat krusial dalam struktur komando pasukan multinasional.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menegaskan bahwa pemilihan personel akan mengutamakan kapasitas kepemimpinan dan kemampuan diplomasi di lapangan, bukan semata-mata berdasarkan jenjang kepangkatan. "Terkait kualifikasi, Komisi I DPR RI menekankan bahwa prajurit yang ditugaskan harus memiliki pengalaman panjang dalam operasi multinasional, kemampuan diplomasi militer, serta integritas yang tinggi," ujarnya kepada wartawan, Minggu (22/2/2026).
Dave Laksono menambahkan, "Penempatan ini bukan sekadar soal pangkat, tetapi juga soal kapasitas kepemimpinan dan kemampuan membangun sinergi dengan berbagai kontingen negara lain."
Bukti Kepercayaan Internasional dan Standar Profesional
Keikutsertaan Indonesia dalam struktur komando ISF ini dipandang sebagai bukti konkret pengakuan atas profesionalisme dan rekam jejak TNI di berbagai misi pemeliharaan perdamaian di bawah bendera PBB. Posisi wakil komandan memberikan pengaruh signifikan dalam proses pengambilan keputusan operasional di lapangan.
"Kehadiran Indonesia di posisi strategis seperti Wakil Komandan ISF menunjukkan kepercayaan internasional terhadap profesionalisme dan rekam jejak TNI dalam misi perdamaian dunia," jelas Dave.
Oleh karena itu, Komisi I DPR berkomitmen untuk memastikan bahwa prajurit yang terpilih memenuhi seluruh standar internasional. Hal ini dianggap penting agar tugas dapat dijalankan dengan efektif sambil terus menjaga reputasi bangsa di kancah global.
Mekanisme dan Struktur Jabatan
Mengenai level jabatan, Dave Laksono memberikan penjelasan lebih lanjut bahwa posisi tersebut umumnya memang diperuntukkan bagi perwira tinggi. Namun, struktur pasti akan mengacu pada ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas penyelenggara.
"Adapun mengenai jabatan Wakil Komandan ISF, secara umum posisi tersebut memang diisi oleh perwira tinggi, tergantung struktur organisasi yang ditetapkan oleh Board of Peace," tutupnya.
Artikel Terkait
LPDP Panggil Alumni Beasiswa Diduga Belum Penuhi Kewajiban Kontribusi
PMI Bermasalah di Oman Berhasil Dipulangkan Setelah Koordinasi Intensif Pemerintah
Anthony Gordon Tegaskan Fokus Penuh untuk Newcastle, Abaikan Rumor Transfer
Car Free Day Bundaran HI Sepi di Awal Ramadan, Peserta Nikmati Suasana Lapang