Taruna STIK Bantu Warga Korban Banjir Bandang di Aceh Barat

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:15 WIB
Taruna STIK Bantu Warga Korban Banjir Bandang di Aceh Barat

Meulaboh – Banjir bandang yang menerjang Desa Jambak, Aceh Barat, tak hanya menyisakan lumpur dan kerusakan. Di tengah situasi itu, sekelompok mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) turun langsung ke lokasi. Mereka adalah Angkatan Ke-83, dan aksi mereka bukan sekadar tugas lapangan, melainkan wujud nyata kepedulian.

Bantuan sosial disalurkan dari rumah ke rumah. Tujuannya jelas: memastikan bantuan tepat sasaran, terutama untuk warga paling rentan seperti para lansia dan keluarga yang serba kekurangan. Barang-barang kebutuhan dasar itu diharapkan bisa sedikit meringankan beban di masa-masa sulit pasca bencana.

Kapolres Aceh Barat, AKBP Yhogi Hadisetiawan, menegaskan hal ini. Baginya, kegiatan semacam ini adalah bukti bahwa Polri hadir di lebih dari sekadar urusan keamanan.

“Ini wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya saat situasi darurat seperti bencana alam,” ujar Yhogi, Sabtu lalu.

Ia menjelaskan, aksi kemanusiaan ini adalah bagian dari rangkaian pengabdian di wilayah hukumnya. Lebih dari itu, ini adalah implementasi nyata dari nilai-nilai yang ditanamkan kepada calon perwira Polri. Bukan cuma teori di kelas, tapi empati yang langsung dipraktikkan.

Menurut Kapolres, ada nilai pembelajaran yang penting di sini. Keterlibatan para taruna STIK memberi mereka pemahaman langsung tentang kondisi riil masyarakat. Mereka belajar merasakan, bukan hanya melihat.

“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban dan mempercepat pemulihan,” tambahnya.

Di sisi lain, yang diberikan bukan cuma bantuan material. Ada semangat kebersamaan dan solidaritas yang coba dihadirkan ke tengah-tengah warga. Nuansa ini yang seringkali tak kalah penting dari sekadar paket sembako.

Yhogi menutup dengan harapan yang mendasar: sinergi antara Polri dan masyarakat harus kian erat.

“Harapannya, kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam setiap situasi,” pungkasnya.

Bencana mungkin datang tiba-tiba, tapi respons kemanusiaan dari para calon pemimpin Polri ini diharapkan bisa menjadi penyejuk di tengah kesulitan yang melanda Desa Jambak.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar