Nama Marcel Radhival alias Pesulap Merah lagi-lagi ramai dibicarakan. Kali ini, bukan soal pengakuan poligaminya dengan Ratu Rizky Nabila, melainkan isu yang jauh lebih pekat dan kelam: soal almarhumah istrinya, Tika Mega Lestari.
Beredar tuduhan miring. Intinya, kesuksesan Pesulap Merah di dunia hiburan disebut-sebut bukan datang begitu saja. Ada yang bilang, itu hasil pesugihan. Dan yang jadi tumbalnya? Tak lain adalah Tika Mega sendiri.
Isu ini konon berawal dari kedatangan seorang pria yang mengaku dukun kepada almarhumah Tika. Pria itu menghasut, menyebut kesuksesan Marcel di panggung hiburan adalah buah dari ritual mistis yang memakan korban. Kabar burung ini kemudian menyebar, menambah panjang daftar masalah yang harus dihadapi pesulap berusia 30 tahun itu pasca-kepergian istrinya.
Marcel tak tinggal diam. Saat ditemui, ia dengan tegas membantah semua tuduhan itu. Suaranya terdengar kesal, campur geram.
"Ada yang bilang, saya bisa dapat istri cantik kayak Ratu Rizky Nabila karena pakai pesugihan. Katanya, saya dari tukang gorengan bisa jadi artis karena numbalin istri pertama," ujarnya.
Ia menegaskan, kematian Tika Mega Lestari murni karena penyakit. Bukan hal mistis. Tika diketahui mengidap Anemia Aplastik, yang kemudian berkembang menjadi kanker mulut. Itu fakta medis yang jelas.
Di sisi lain, amarah Marcel jelas terlihat. Ia menantang siapa pun yang menyebar fitnah untuk menunjukkan bukti.
"Sebutkan nama dukunnya. Nanti saya cari. Kalau dapat, nanti akan saya buat dia masuk daftar orang hilang! Urusan penjara belakangan, karena fitnahnya parah," paparnya blak-blakan.
Sejak Tika berpulang pada 17 Januari lalu, kehidupan Marcel memang seperti tak pernah sepi dari kontroversi. Mulai dari pengakuan poligaminya yang mengejutkan banyak pihak, hingga kini isu pesugihan yang menyeret nama mendiang istri pertama.
Bagaimanapun, di balik semua hiruk-pikuk ini, yang tersisa adalah duka keluarga dan pertanyaan-pertanyaan yang butuh klarifikasi, bukan sekadar gosip.
Artikel Terkait
Warga Medan Berbuka Puasa Pukul 18.43 WIB pada 21 Februari 2026
Serangan Brutal di Zamfara Tewaskan 50 Warga, Sejumlah Perempuan dan Anak Diculik
Kubu AKBP Didik Bantah Isu Asusila, Polri Tegaskan Fokus pada Kasus Narkoba
Pakar Kritik Sistem LPDP Usai Polemik Unggahan Cukup Saya WNI