NasDem Usulkan Parliamentary Threshold Naik Jadi 7% untuk Stabilitas

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:35 WIB
NasDem Usulkan Parliamentary Threshold Naik Jadi 7% untuk Stabilitas

MURIANETWORK.COM - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menegaskan komitmen partainya untuk mendorong peningkatan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) menjadi 7%. Pernyataan ini disampaikan Paloh di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2026), dengan argumen bahwa ambang batas yang lebih tinggi dinilai efektif untuk stabilitas pemerintahan dan kualitas demokrasi.

Konsistensi Menuju Sistem Partai Terpilih

Dalam paparannya, Paloh menekankan sikap konsisten NasDem dalam isu ini. Menurutnya, sistem multi-partai yang ada saat ini perlu bergerak ke arah sistem selected party atau partai terpilih. Perubahan ini, dalam pandangannya, bukan sekadar wacana, melainkan sebuah langkah strategis.

Paloh menjelaskan, "Bagaimanapun juga kita memang, NasDem berpikir, sejujurnya, dari sistem multi-partai, kalau bisa kita berubah menjadi selected party, itu jauh lebih efektif. Untuk menjaga stabilitas pemerintahan, maupun juga bagi implementasi hasil manfaat kebebasan demokrasi yang kita miliki."

Pertanyaan Mendasar tentang Demokrasi dan Manfaat

Pria yang kerap disapa Babeh ini lantas menyentil fenomena banyaknya partai politik. Ia mengajak publik untuk merenung, apakah jumlah partai yang banyak telah sejalan dengan tujuan demokrasi yang substantif. Pertanyaan kritisnya menyasar pada esensi dari kebebasan berpolitik itu sendiri.

"Kita terlalu gembira dengan banyaknya seluruh partai-partai politik untuk dan atas nama kepentingan demokrasi itu sendiri," ujarnya. "Tapi di sisi lain, untuk apa demokrasi kalau tidak membawa azas manfaat dan konsistensi kita menuju arah cita-cita kemerdekaan yang kita miliki."

Peran Partai: Membangun Kesadaran, Bukan Pencitraan

Lebih jauh, Paloh memaparkan peran mendasar yang harus diemban partai politik. Fungsinya, tegas dia, adalah membangun kesadaran masyarakat bahwa kebebasan harus beriringan dengan tanggung jawab. Ia mengingatkan agar kemajuan demokrasi tidak terjebak pada hal-hal yang bersifat permukaan.

"Kita melihat kulit luar, itu jauh lebih penting, sebuah pencitraan jauh lebih hebat dibandingkan esensi soul, otentiknya yang kita miliki," tutur Paloh. "Tapi jangan lupa, posisi dan peran yang harus dijalankan oleh institusi partai politik adalah terus-menerus untuk membangun kesadaran masyarakat. Ada kebebasan, tapi juga ada tanggung jawab," imbuhnya.

Keseimbangan Hak dan Kewajiban serta Teladan Konkret

Di akhir pernyataannya, Paloh menekankan pentingnya keseimbangan dalam kehidupan berbangsa. Ia menyoroti kebutuhan akan suri keteladanan dari para pemimpin dan elite politik, di mana ucapan harus selaras dengan perbuatan. Tanpa konsistensi itu, ia memperingatkan, bangsa hanya akan terjebak dalam kepura-puraan.

"Di situlah pentingnya kehadiran suri keteladanan. Siapa saja yang berani berbicara dan mengutarakan pikiran-pikirannya yang hebat, itu harus disertain juga dengan nilai keteladanan yang ada pada dirinya. Ucapan yang sebanding juga dengan perbuatan. Ada konsistensi di sana. Bangsa ini butuh itu," jelasnya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar