SIDOARJO – Pagi Jumat (20/2/2026) itu, suasana di Jalan Raya Arteri Porong berubah total. Bukan lagi arena balap liar yang gaduh, melainkan lokasi penertiban besar-besaran oleh Satlantas Polresta Sidoarjo. Operasi digelar setelah polisi kebanjiran laporan warga yang resah. Hasilnya? Ratusan kendaraan disita, dan para remaja yang diduga pelaku diamankan.
AKP Yudhi Anugrah Putra, Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, menjelaskan strateginya. Mereka sengaja menutup semua akses jalan. Tujuannya jelas: agar tak ada yang lolos.
“Pagi ini kami melaksanakan penertiban dugaan balap liar di wilayah Porong. Kami bergerak cepat ke lokasi dan mengamankan kurang lebih 232 kendaraan beserta para pengendaranya,”
Begitu kata Yudhi, Sabtu (21/2/2026). Menurutnya, mayoritas motor yang terjaring sudah dimodifikasi jauh dari standar. Knalpot brong, rangka dan mesin yang diutak-atik ekstrem. Semua itu jadi barang bukti.
“Kendaraan akan kami cek. Jika tidak sesuai standar, wajib dikembalikan ke bentuk semula terlebih dahulu sebelum bisa diambil,” tegasnya.
Tak berhenti di situ. Proses tilang bakal dijalankan. Para orang tua pun dipanggil ke Mako Polresta untuk menjemput anak-anak mereka. Yang menarik, remaja yang diamankan ternyata tak cuma dari Sidoarjo. Ada yang dari Surabaya, Pasuruan, bahkan Mojokerto. Semua motor langsung diangkut pakai truk ke Mako, sementara para remaja menjalani pendataan dan pembinaan.
Di sisi lain, warga sekitar seperti Soleh (55) menghela napas lega. Selama ini, aksi balap liar itu benar-benar bikin kesal. “Mereka saat menggelar balap liar ini meresahkan pengendara lain. Karena saat berlangsung, jalan Arteri Porong ditutup total oleh mereka,” keluhnya. Ia berharap razia seperti ini rutin dilakukan, apalagi di bulan Ramadan.
Namun, di balik operasi yang terbilang sukses ini, ada cerita pilu. Seperti yang dirasakan Nur, seorang warga Gempol, Pasuruan. Ia terpaksa datang ke Polresta karena anaknya ikut terjaring.
“Saya kaget sekali. Tidak menyangka anak saya ada di sini. Saya sangat kecewa,”
ucapnya, penuh kekecewaan.
Polisi sendiri berjanji tak akan berhenti. Patroli dan penertiban akan digencarkan. Tujuannya agar aksi serupa tidak terulang dan situasi keamanan, terutama di bulan Ramadan, bisa benar-benar terjaga. Operasi pagi itu mungkin baru sebuah awal.
Artikel Terkait
Indonesia Siapkan 8.000 Personel untuk Pasukan Penjaga Perdamaian Global
Kepala BPJPH Raih Penghargaan Atas Transformasi Layanan Sertifikasi Halal
Marcel Radhival Bantah Tuduhan Pesugihan Tumbal Almarhum Istri
Polri Tegaskan Tindak Tegas Oknum Brimob Diduga Aniaya Siswa Tewas di Tual