Warga Cilandak Belum Puas, Mediasi Kebisingan Lapangan Padel Belum Beri Solusi Tuntas

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 08:40 WIB
Warga Cilandak Belum Puas, Mediasi Kebisingan Lapangan Padel Belum Beri Solusi Tuntas

MURIANETWORK.COM - Warga di sekitar Jalan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, masih berjuang mencari titik terang atas keluhan kebisingan yang berasal dari sebuah lapangan padel. Meski mediasi antara warga terdampak dan pengelola lapangan telah digelar, solusi yang dihasilkan dinilai belum sepenuhnya memenuhi harapan. Perkara ini menyangkut upaya mengembalikan ketenangan permukiman yang terusik oleh aktivitas olahraga tersebut.

Hasil Mediasi Belum Sepenuhnya Memuaskan

Suasana di lokasi masih menyisakan ketegangan, meski dialog telah dilakukan. Naufal (27), salah seorang warga yang rumahnya berdekatan dengan lapangan, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil pertemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa kepentingan utama warga adalah mengembalikan ketenangan lingkungan tempat tinggal mereka.

"Terkait mediasi kemarin, sejujurnya hasilnya belum sepenuhnya memuaskan bagi kami selaku warga terdampak," tutur Naufal, Sabtu (21/2/2026).

Harapannya sederhana namun mendasar: suasana rumah yang kembali sunyi tanpa gangguan suara. Ia mendambakan hilangnya riuh teriakan pemain dan dentingan raket yang memukul bola, yang selama ini menerobos masuk ke dalam rumah.

Upaya Mencari Solusi Bersama

Di tengah kekecewaan, warga bersama perwakilan pemerintah setempat dan pengelola lapangan terus berupaya mencari jalan keluar yang konkret. Dua opsi utama yang sedang dipertimbangkan adalah penutupan operasional atau pemasangan peredam suara (soundproofing) yang benar-benar efektif.

"Entah caranya dengan penutupan operasional ataupun soundproofing dari sisi padel yang efektif itu yang sedang kami usahakan bersama pihak pemerintah, pengelola padel dan keluarga yang terdampak," jelas Naufal.

Meski prosesnya belum final, terdapat perkembangan yang sedikit memberi angin segar. Pengelola lapangan disebutkan telah menyetujui penghentian sementara operasional selama bulan Ramadan yang akan datang.

Komitmen Sementara dan Harapan ke Depan

Langkah penghentian operasional sementara itu diakui Naufal sebagai perkembangan yang patut diapresiasi. Ia menyambut baik komitmen yang ditunjukkan oleh pengelola dan kelurahan setempat.

"Kami menghargai perkembangan terbaru hari ini di mana pihak pengelola lapangan padel dan Pak Lurah sudah mengonfirmasi bahwa operasional akan dihentikan sementara selama bulan Ramadan," ungkapnya.

Menurut informasi yang ia terima, jeda operasional itu akan dimanfaatkan untuk fokus pada pengerjaan sistem peredam suara. Hal ini menunjukkan adanya niat dari pengelola untuk mengatasi akar permasalahan, bukan sekadar memberi jeda waktu.

"Dari informasinya, langkah penghentian sementara ini diambil untuk fokus proses pengerjaan soundproofing (peredam suara)," sambungnya.

Namun, Naufal dan warga lainnya tidak serta-merta berpuas diri. Mereka bertekad untuk terus memantau perkembangan pengerjaan dan efektivitas solusi yang dijanjikan. Harapan akhir mereka tetap sama: terwujudnya solusi permanen yang dapat memulihkan kenyamanan dan ketenangan hidup bertetangga di kawasan tersebut.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar