Suara bola yang memantul dan sorak-sorai pemain terus menerus memecah kesunyian malam di kawasan Haji Nawi, Jakarta Selatan. Bagi Naufal (27), ini bukan lagi sekadar gangguan, melainkan sumber stres yang nyata bagi keluarganya dan tetangga di sekitarnya. Keluhan mereka sudah berulang kali disampaikan, namun sepertinya belum ada solusi permanen.
“Aku tuh tadinya November satu laporan, Desember satu laporan, Januari sama Februari itu seminggu tiga kali laporan aku lewat JAKI gitu,” ujar Naufal saat kami temui di rumahnya, Kamis lalu.
Dia melanjutkan dengan nada kesal, “Ya sudah, jadi karena banyaknya laporan-laporan yang sudah kita lakuin, dan sudah sempat ketemu juga sama pihak pengelola tanggal 31 Januari, tapi hasil mediasinya tidak membuahkan hasil lagi gitu.”
Kebisingan itu, menurut penuturannya, sudah berlangsung sejak masa pembangunan lapangan padel tersebut. Kini, sumbernya berganti pada aktivitas bermain yang bisa berlangsung dari pagi buta hingga larut malam. Suara bola dan teriakan pemainlah yang paling mengganggu.
“Tapi perlu dicatat,” jelasnya sambil menekankan poinnya, “kalau jam 6 pagi sampai jam 12 malam itu waktu awal-awal diomongin, maksudnya Januari sampai Februari awal. Setelahnya mereka komit sampai jam 10, cuma ada beberapa kali kita ketemu jam 10 tuh masih ketawa-ketawa, masih main.”
Artikel Terkait
Bea Cukai dan Pajak Segel Empat Kapal Asing di Pantai Mutiara Diduga Selewengkan Fasilitas
Banyuwangi Catat Inflasi Terendah di Maret 2026 Meski Ada Tekanan Ramadan
WFH Aparatur Pemerintah: Disiplin dan Digitalisasi Kunci Jaga Kualitas Pelayanan Publik
Imigrasi Amankan Tiga Warga Australia Masuk Ilegal ke Merauke via Pesawat Pribadi