MURIANETWORK.COM - Indonesia akan mengirimkan kontingen pasukan perdamaian TNI ke Gaza, Palestina, sebagai bagian dari komitmennya dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP). Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebanyak 8.000 personel akan bergabung dengan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF), dengan Indonesia juga menerima tawaran untuk menduduki posisi strategis sebagai Wakil Komandan.
Komposisi dan Landasan Hukum ISF
Pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) tidak terjadi dalam ruang hampa. Inisiatif ini berlandaskan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, yang disahkan pada 17 November 2025. Resolusi bersejarah itu secara tegas mendukung "Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza" dan memberikan mandat kepada Dewan Perdamaian (BoP) untuk membentuk pasukan sementara di wilayah tersebut.
Dengan demikian, seluruh operasi ISF akan bergerak di bawah komando dan pengawasan BoP. Kekuatan pasukan ini sendiri akan bersumber dari kontribusi personel yang disumbangkan oleh berbagai negara peserta, mencerminkan upaya kolektif komunitas internasional.
Artikel Terkait
Ancol Sesuaikan Jam Operasional Selama Ramadan 2026
Surya Paloh: NasDem Masih Pertimbangkan Dukungan Dua Periode untuk Prabowo
KPK Periksa 12 Saksi Kasus Suap dan Gratifikasi di Pemkab Ponorogo
Menteri Luar Negeri Tegaskan Indonesia Belum Bayar Iuran ke Board of Peace