MURIANETWORK.COM - Pemerintah Indonesia kembali menuai sorotan terkait koordinasi antar kementerian. Kali ini, kebijakan impor 35.000 unit kendaraan komersial dari India untuk mendukung Proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dipertanyakan, karena dinilai mengabaikan kapasitas industri otomotif dalam negeri yang sebenarnya mampu memenuhi permintaan tersebut.
Kapasitas Dalam Negeri yang Terabaikan
Keputusan Agrinas Pangan Nusantara untuk memesan puluhan ribu kendaraan dari produsen India, Mahindra dan Tata Motors, menimbulkan tanda tanya besar di tengah industri. Padahal, setidaknya tujuh produsen otomotif di tanah air memiliki lini produksi untuk kendaraan jenis pick-up. Meski pemenuhan kuota besar memerlukan waktu dan persiapan, langkah impor skala masif ini dianggap tidak selaras dengan upaya mendorong produksi lokal.
Merespons hal ini, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Putu Juli Ardika, menegaskan keyakinan sektor otomotif domestik.
Artikel Terkait
Plt Kades Tamainusi Jadi Tersangka Korupsi Dana CSR Rp9,6 Miliar
Serangan Israel di Teheran Hancurkan Sinagoge Bersejarah dan Kampus Bergengsi
Survei: Program Pemerintah Dinilai Tepat Sasaran, Kepuasan Mudik Lebaran 2026 Melonjak
Serangan Udara di Basra Tewaskan Tiga Warga Sipil