Langkah Tanggap Darurat Dikerahkan
Menyikapi situasi ini, aparat pemerintah langsung bergerak cepat. Koordinasi intensif dilakukan dengan berbagai pihak untuk memitigasi risiko dan membantu warga terdampak. Fokus utamanya adalah pada lokasi-lokasi yang dinilai paling rawan, seperti daerah aliran sungai dan wilayah dengan potensi longsor.
“Kami melakukan koordinasi dengan TNI/Polri dan PLN agar daerah-daerah rawan itu listriknya dimatikan, kemudian kita siapkan genset. Kemudian juga evakuasi di daerah rawan banjir dan longsor, daerah sepanjang aliran sungai,” tutur Masinton.
Selain evakuasi, kesiapan logistik darurat juga dipersiapkan. Pemerintah kabupaten telah memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan dapur umum serta menyiagakan peralatan yang diperlukan dalam operasi penyelamatan. Langkah-langkah ini diambil sebagai antisipasi jika kondisi banjir berlangsung atau bahkan memburuk.
Artikel Terkait
Apindo Desak Pemerintah Beri Stimulus Terarah untuk Industri Padat Karya Antisipasi Dampak Perang
Polisi Bekasi Ringkus Tiga Pelaku Penyiaram Air Keras Berencana
Kolaborasi ITB dan IIDI Pasok Air Bersih untuk 1.000 Jiwa di Agam Pascabanjir
Macan Tutul Terjerat Perangkap Babi di Puncak, Dievakuasi ke Taman Safari