Namun begitu usai sekolah, nasib buruk menantinya. YA bersama seorang lainnya, AP, menemui ZAAQ di sekitar sekolah. Mereka lalu mengajaknya berbicara lebih jauh, ke area eks objek wisata Kampung Gajah. Sekitar pukul setengah empat sore, obrolan itu berubah jadi cekcok.
Emosi YA meledak. Ia mengambil botol di lokasi dan menghantamkannya ke kepala ZAAQ. Belum puas, ia lalu mengeluarkan pisau.
Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, memaparkan detail kejadian yang mengerikan.
Sementara itu, di rumah, keluarga ZAAQ mulai gelisah. Anak mereka tak kunjung pulang.
Usai aksi brutalnya, YA mengambil ponsel dan jaket milik korban. Dia dan AP kemudian buru-buru kembali ke Garut. Yang lebih keji, YA kemudian menggunakan ponsel korban untuk menghubungi keluarganya mengabarkan bahwa ZAAQ seolah-olah diculik, menambah luka dan kebingungan yang sudah ada.
Artikel Terkait
Polres Rokan Hulu Intensifkan Patroli dan Bagi Sembako untuk Cegah Karhutla
Kedubes Palestina Kecam Serangan Israel yang Tewaskan Tiga Pasukan Perdamaian Indonesia di Lebanon
KPK Periksa Lima Saksi Swasta Terkait Dugaan Penyamaran Aset Mantan Kajari
Kebakaran SPBE di Bekasi Lukai 15 Orang, Dua Korban Luka Bakar 90 Persen