Siswa SMPN 26 Bandung Tewas Ditikam Usai Putuskan Pertemanan

- Senin, 16 Februari 2026 | 12:10 WIB
Siswa SMPN 26 Bandung Tewas Ditikam Usai Putuskan Pertemanan

Kabar itu tersiar lewat siaran langsung TikTok: seorang siswa SMPN 26 Bandung, berinisial ZAAQ, ditemukan tewas dengan luka tusuk di sekujur tubuhnya. Kejadian yang sungguh memilukan.

Jenazahnya baru ditemukan Jumat (13/2/2026) di lahan eks Kampung Gajah, Parongpong, Bandung Barat. Padahal, menurut penyelidikan polisi, pembunuhannya terjadi jauh sebelumnya, yaitu pada Senin, 9 Februari.

Lantas, bagaimana kronologi kejadiannya?

Senin, 9 Februari: Hari Naas

Pagi itu, pelaku berinisial YA sudah berangkat dari Garut menuju Bandung. Tujuannya satu: menemui ZAAQ. Motifnya sederhana tapi kelam: sakit hati karena korban memutuskan hubungan pertemanan mereka.

Di sisi lain, ZAAQ masih menjalani aktivitas normalnya. Ia masuk sekolah seperti biasa dan pulang bersama teman-temannya.

Namun begitu usai sekolah, nasib buruk menantinya. YA bersama seorang lainnya, AP, menemui ZAAQ di sekitar sekolah. Mereka lalu mengajaknya berbicara lebih jauh, ke area eks objek wisata Kampung Gajah. Sekitar pukul setengah empat sore, obrolan itu berubah jadi cekcok.

Emosi YA meledak. Ia mengambil botol di lokasi dan menghantamkannya ke kepala ZAAQ. Belum puas, ia lalu mengeluarkan pisau.

Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, memaparkan detail kejadian yang mengerikan.

"Setelah korban terjatuh namun masih dalam keadaan sadar, tersangka lalu menghujamkan pisau yang dibawanya sebanyak delapan kali ke arah perut. Tersangka kemudian meninggalkan korban dalam keadaan masih hidup,"

Sementara itu, di rumah, keluarga ZAAQ mulai gelisah. Anak mereka tak kunjung pulang.

Usai aksi brutalnya, YA mengambil ponsel dan jaket milik korban. Dia dan AP kemudian buru-buru kembali ke Garut. Yang lebih keji, YA kemudian menggunakan ponsel korban untuk menghubungi keluarganya mengabarkan bahwa ZAAQ seolah-olah diculik, menambah luka dan kebingungan yang sudah ada.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar