Bamsoet Apresiasi Buku yang Soroti Politik Rasional Prabowo

- Senin, 16 Februari 2026 | 09:55 WIB
Bamsoet Apresiasi Buku yang Soroti Politik Rasional Prabowo

Di tengah hiruk-pikuk politik yang kerap kita saksikan, sebuah buku baru diluncurkan kemarin. Acaranya digelar di Parle Resto, Senayan Park, Jakarta. Anggota DPR Bambang Soesatyo, atau yang akrab disapa Bamsoet, menjadi pengantar peluncuran buku berjudul ‘Prabowo: Politik Akal Sehat Tanpa Panggung’ karya jurnalis Joseph Osdar.

Buku ini, menurut Bamsoet, mencoba menguak sisi lain dari praktik politik. Bukan yang gemerlap di panggung atau penuh sensasi, melainkan yang bekerja dalam senyap. “Buku ini merekam bagaimana politik sesungguhnya bekerja,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (16/2/2026).

“Tidak selalu di depan kamera, tidak selalu di panggung besar. Politik akal sehat justru sering hadir dalam ruang-ruang sunyi, dalam keputusan-keputusan yang tidak populer tetapi penting bagi bangsa.”

Sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bamsoet menekankan pesan utama buku ini: kedewasaan dalam mengelola perbedaan. Dalam demokrasi, perbedaan itu hal yang wajar. Namun begitu, kualitas demokrasi kita justru ditentukan oleh cara para elite menyikapinya.

Ia memberi contoh nyata. “Kita lihat kemampuan Presiden Prabowo merangkul, menjembatani untuk mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada demi kepentingan bangsa. Siapa yang tidak kenal misalnya Tom Lembong dan Hasto, yang berseberangan ketika Pilpres.”

“Tetapi tiba-tiba kita dihentakkan oleh suatu keputusan, Tom Lembong dikasih abolisi, Hasto dikasih amnesti. Itulah yang ingin kita gambarkan,” paparnya lebih lanjut.

Harapannya sederhana tapi mendasar. Bamsoet berharap kehadiran buku ini bisa memperkaya diskursus publik tentang politik yang sehat, rasional, dan benar-benar mengutamakan kepentingan bangsa. Sebuah alternatif narasi di tengah dominasi politik panggung dan kegaduhan yang kerap melelahkan.

“Karena pada hakekatnya pemimpin itu merangkul, bukan memukul,” tegasnya.

“Menyayangi, bukan menyaingi. Mendidik, bukan membidik. Membina, bukan menghina. Mencari solusi, bukan mencari simpati. Serta membela, bukan mencela.”

Di sisi lain, penulis buku Joseph Osdar menjadikan Bamsoet sebagai narasumber utama. Ia menempatkan Prabowo dan Bamsoet sebagai contoh konkret politik rasional di tengah budaya politik kita yang kadang terasa begitu emosional.

Politik akal sehat, menurut gambaran Osdar, adalah politik yang paham waktu. Kapan harus bicara, kapan harus bekerja. Ia juga memahami bahwa perbedaan adalah keniscayaan.

Editor: Erwin Pratama


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar