Astra Proyeksikan Pasar Otomotif Pulih pada 2026, Dukung Target Gaikindo 850.000 Unit

- Senin, 16 Februari 2026 | 07:45 WIB
Astra Proyeksikan Pasar Otomotif Pulih pada 2026, Dukung Target Gaikindo 850.000 Unit

Analis Melihat Prospek Pemulihan

Optimisme terhadap sektor otomotif 2026 juga tercermin dari pandangan sejumlah analis sekuritas. Ciptadana Sekuritas, misalnya, bahkan lebih optimistis dengan memproyeksikan penjualan bisa menembus 900.000 unit. Analis mereka, Christopher Rusli, melihat adanya momentum perbaikan yang dimulai di akhir 2025.

"Kami memperkirakan pemulihan yang lebih kuat pada 2026 didukung oleh latar belakang makro ekonomi yang membaik. Penangguhan sementara insentif EV juga diprediksi akan menguntungkan permintaan segmen ICE dan HEV," jelas Christopher dalam risetnya.

Ciptadana memproyeksikan pangsa pasar Grup Astra bisa kembali naik ke level 55% tahun ini, didorong oleh posisi kuatnya di segmen konvensional dan hibrida.

Sementara itu, analis Maybank Sekuritas, Paulina Margareta, menyampaikan optimisme yang lebih berhati-hati dengan ekspektasi pertumbuhan volume industri sekitar 5%. Ia mengingatkan sejumlah tren yang akan tetap berlangsung, seperti agresivitas produsen China, peningkatan penetrasi kendaraan listrik, dan kecenderungan konsumen beralih ke model entry-level.

"Kami tetap optimistis secara hati-hati terhadap sektor otomotif Indonesia," ucap Paulina. Meski demikian, Maybank tetap merekomendasikan beli untuk saham ASII dengan target harga Rp6.700.

Sentimen Pasar dan Rekomendasi Saham

Di pasar modal, saham ASII tercatat diperdagangkan di level Rp6.650 per saham, dengan performa yang masih tertekan dalam sebulan terakhir. Namun, sentimen analis secara umum masih positif. Data konsensus menunjukkan mayoritas analis, 26 dari 35, memberikan rekomendasi beli untuk saham emiten ini dengan target harga rata-rata Rp7.134,72 dalam 12 bulan ke depan.

Keyakinan ini didasarkan pada posisi Astra sebagai pemimpin pasar yang dianggap paling siap menangkap gelombang pemulihan industri otomotif nasional, berkat kekuatan portofolio, jaringan distribusi, dan strategi produk yang menyeluruh di semua segmen teknologi.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar