Rencana besar sedang disiapkan untuk Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta Barat. Pemprov DKI bertekad mengubahnya jadi fasilitas kesehatan berstandar internasional, dengan fokus utama pada penanganan penyakit kanker dan jantung. Ini bakal jadi pusat rujukan baru di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengonfirmasi hal itu. "Dari Pak Ahok, Rumah Sakit Sumber Waras, Alhamdulillah sudah selesai," ujarnya, seperti dilansir Antara, Minggu (15/2/2026).
Lalu dia menambahkan, "Segera kita mulai bangun rumah sakit internasional untuk kanker dan jantung."
Proyek ini bukan hal baru. Pramono menyebutnya sebagai realisasi janji kampanye sekaligus upaya menyelesaikan program yang sempat tertunda sejak era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Nah, untuk mempercepat, Pemprov DKI sudah mengajukan usulan agar pembangunannya dimasukkan ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan dari pusat sepertinya ada. Beberapa kementerian, seperti Kesehatan dan Perekonomian, dilaporkan sudah memberi lampu hijau. Tapi Pramono tampaknya nggak mau terlalu bergantung pada proses birokrasi pusat. Dia tegas, jika keputusan sebagai PSN lama keluar, Pemprov DKI akan jalan sendiri. "Kita akan tetap jalankan secara mandiri," katanya.
Lalu bagaimana dengan isu hukum yang dulu sempat melekat pada lahan RS Sumber Waras? Pramono memastikan semuanya sudah beres. Semua persoalan administrasi dan legal dinyatakan tuntas. Klaimnya merujuk pada kesimpulan KPK di masa lalu, yang menyatakan tidak menemukan unsur melawan hukum dalam proses pembelian lahan tahun 2015 silam.
Harapannya jelas. Transformasi ini diharapkan bisa mendongkrak kualitas layanan kesehatan publik di Jakarta. Kanker dan jantung adalah pembunuh yang butuh penanganan serius. Dengan hadirnya rumah sakit khusus berstandar tinggi, angka kematian akibat penyakit katastropik itu diharapkan bisa ditekan. Jakarta butuh ini.
Artikel Terkait
PKK Nagan Raya Gelar Trauma Healing untuk 309 Siswa Korban Banjir Bandang
BMKG Siagakan Sebagian Jakarta dan Sekitarnya Hadapi Hujan Lebat 16-19 Februari
Ahli Ingatkan Bahaya Konsumsi Lemak Jenuh Berlebih bagi Jantung dan Metabolisme
Tembok SMPN 182 Jakarta Roboh, Sudah Ada Peringatan Kondisi Miring