Anggota DPR Serahkan Bantuan Kapal dan Soroti Potensi Ekonomi Perikanan Cilacap

- Minggu, 15 Februari 2026 | 20:45 WIB
Anggota DPR Serahkan Bantuan Kapal dan Soroti Potensi Ekonomi Perikanan Cilacap

MURIANETWORK.COM - Anggota DPR RI Kaisar Kiasa Kasih Said Putra menyerahkan bantuan kapal kepada kelompok nelayan di Desa Jetis, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Kunjungan kerja ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan menyerap aspirasi masyarakat pesisir, dengan fokus pada upaya mendorong regenerasi dan meningkatkan kesejahteraan nelayan muda. Dalam kesempatan tersebut, Kaisar menegaskan pentingnya peran strategis nelayan sebagai pilar peradaban dan ketahanan pangan bangsa.

Nelayan, Fondasi Peradaban yang Diperjuangkan

Di hadapan para nelayan, Kaisar dengan tegas membangun narasi bahwa profesi di laut bukanlah pekerjaan kelas dua. Ia mengingatkan bahwa sejarah mencatat peradaban besar dunia justru lahir dari masyarakat agraris dan maritim. Pernyataan ini disampaikan untuk membangkitkan kebanggaan dan kepercayaan diri, terutama di kalangan generasi muda yang diharapkan mau meneruskan tradisi bahari.

“Nelayan dan petani adalah fondasi peradaban. Tanpa mereka, tidak ada ketahanan pangan dan tidak ada keberlanjutan kehidupan. Profesi ini bukan pekerjaan kelas dua, melainkan profesi yang memiliki sejarah panjang, kehormatan, dan nilai strategis bagi bangsa,” tegas Kaisar.

Ia melanjutkan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memerlukan generasi muda yang tak hanya berani mengarungi laut, tetapi juga mampu mengelolanya secara produktif dan berkelanjutan. Komitmen ini, menurutnya, harus diwujudkan dalam kebijakan yang nyata.

Potensi Maritim Cilacap dan Data Ekonomi

Kaisar secara khusus menyoroti posisi geografis Cilacap yang memiliki garis pantai terpanjang di pesisir selatan Jawa. Kondisi ini, dalam pandangannya, bukan sekadar potensi alam semata, melainkan sebuah kekuatan ekonomi daerah yang harus dioptimalkan. Pemanfaatan yang maksimal diharapkan dapat memberi stimulasi bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

“Cilacap memiliki garis pantai yang cukup panjang di selatan Jawa, ini menjadi kekuatan kita. Pemanfaatannya harus mampu memberikan stimulasi bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Karena itu, profesi nelayan perlu mendapat perhatian serius mulai dari akses permodalan, sarana tangkap, hingga keberlanjutan regenerasi nelayan pada generasi mudanya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut bukannya tanpa dasar. Ia mengutip data produksi Triwulan 2025 di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap yang mencapai 38.540,64 ton dengan nilai Rp 1,06 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding capaian tahun 2024 sebesar Rp 788,4 miliar. Data ini dijadikan bukti konkret bahwa dengan dukungan teknologi, modal, dan modernisasi, sektor perikanan berpeluang besar memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar lagi.

Suara dari Lapangan: Harapan dan Tantangan Nyata

Kehadiran anggota dewan ini disambut hangat oleh perwakilan nelayan setempat. Sekretaris KUB Jala Laut, Tasiwan, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut menjadi angin segar dan membawa harapan baru, khususnya bagi nelayan kecil yang kerap menghadapi kendala operasional.

“Alhamdulillah Mas Kaisar selaku anggota DPR RI datang langsung mendengar aspirasi kami. Bagi kami, bantuan yang diberikan sangat membantu. Terlebih lagi jika aspirasi nelayan kecil bisa sampai ke pemerintah pusat agar kami mendapat perhatian lebih lagi, baik dari sisi teknologi, ketersediaan bahan bakar subsidi, maupun dukungan lainnya,” ungkap Tasiwan.

Ia kemudian membeberkan sederet tantangan yang dihadapi sehari-hari, mulai dari persoalan modal, fasilitas kapal yang terbatas, hingga ketersediaan bahan bakar bersubsidi. Namun, tantangan paling mendesak yang disebutkan adalah ketidakpastian cuaca yang semakin sering terjadi.

“Cuaca buruk membuat banyak nelayan terpaksa mengurungkan niat untuk berlayar. Ini tentu berdampak langsung pada penghasilan kami,” tambahnya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Kedaulatan Maritim

Menutup rangkaian kegiatan, Kaisar kembali menegaskan komitmen politiknya untuk mengawal aspirasi nelayan Cilacap hingga ke tingkat kebijakan nasional. Fokusnya adalah pada penyediaan akses permodalan yang lebih mudah, kepastian subsidi energi, modernisasi alat tangkap, serta perlindungan dari risiko cuaca ekstrem.

Ia menekankan bahwa upaya memberdayakan nelayan kecil harus dipandang sebagai bagian dari strategi yang lebih besar: menjaga ketahanan pangan dan menegakkan kedaulatan maritim Indonesia. Bantuan kapal yang diserahkan hari itu, dalam kerangka pikir ini, bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah langkah awal dalam perjalanan panjang memperkuat fondasi ekonomi masyarakat pesisir.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar