SPPG Ponorogo Diinstruksikan Relokasi Usai Beroperasi di Bawah Kandang Walet

- Minggu, 15 Februari 2026 | 05:30 WIB
SPPG Ponorogo Diinstruksikan Relokasi Usai Beroperasi di Bawah Kandang Walet

MURIANETWORK.COM - Sebuah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Banyudono, Ponorogo, Jawa Timur, terpaksa harus segera direlokasi setelah ditemukan beroperasi di lokasi yang tidak lazim: tepat di bawah kandang burung walet. Temuan ini terungkap dari inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, pada Senin (9 Februari 2026). Pihak berwenang menilai lokasi tersebut sama sekali tidak memenuhi standar kelayakan untuk memproduksi makanan bagi anak-anak sekolah.

Lokasi Dapur Dinilai Tidak Layak

Inspeksi yang dilakukan pejabat tinggi BGN itu menyoroti kondisi lapangan yang jauh dari harapan. SPPG yang seharusnya menjadi tempat penyiapan makanan bergizi justru beraktivitas di ruang yang berseberangan dengan prinsip sanitasi dan keamanan pangan. Visualisasi lokasinya berada di kolong kandang walet langsung menimbulkan keprihatinan serius mengenai potensi kontaminasi dan kebersihan proses pengolahan makanan.

Dalam penjelasannya, Nanik S Deyang menyatakan ketidaksetujuannya dengan tegas. "Masa dapur untuk anak-anak di bawah kandang burung walet? Itu tidak benar," ungkapnya pada Sabtu (14 Februari 2026).

Instruksi Tegas dan Tenggat Waktu Tiga Bulan

Merespons temuan tersebut, BGN tidak tinggal diam. Langkah tegas segera diambil dengan mengeluarkan instruksi resmi agar dapur SPPG segera dipindahkan ke lokasi yang lebih layak dan memenuhi standar. Nanik memberikan tenggat waktu selama tiga bulan untuk proses relokasi ini.

Ia juga menegaskan bahwa ada konsekuensi jika instruksi ini diabaikan. "Kalau tidak, akan ada tindakan," tegas Nanik.

Instruksi ini secara resmi disampaikan dalam sebuah rapat terbatas yang menghadirkan jajaran BGN, Satgas MBG Kabupaten Ponorogo, serta perwakilan pemerintah daerah. Meski harus pindah, operasional SPPG tetap diizinkan berjalan selama masa tenggat dengan satu catatan penting: pengawasan ketat harus diterapkan untuk memastikan program Makanan Bergizi bagi anak sekolah tetap berjalan tanpa mengorbankan aspek keamanannya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar