MURIANETWORK.COM - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengusulkan agar peringatan haul untuk para ulama dan pejuang Betawi dimasukkan ke dalam rangkaian resmi perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ibu Kota. Gagasan ini diungkapkannya dalam sebuah festival baru-baru ini, dengan rencana menggelar acara tersebut di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan melibatkan partisipasi massal warga.
Menguatkan Jati Diri Kota
Pramono menekankan pentingnya penghormatan kolektif terhadap tokoh-tokoh Betawi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi historis mereka. Menurutnya, selama ini belum ada momentum bersama dalam perayaan ulang tahun Jakarta yang secara khusus menyoroti jasa para ulama dan pejuang lokal.
“Sudah saatnya Jakarta memberikan ruang penghormatan yang layak bagi ulama dan pejuang Betawi. Ini bukan hanya mengenang, tetapi juga menguatkan jati diri kota,” tutur Pramono.
Visualisasi Acara dan Partisipasi Masyarakat
Gubernur membayangkan acara tersebut dapat dihadiri oleh puluhan ribu jamaah dari berbagai majelis taklim dan komunitas Betawi. Lebih dari sekadar kumpulan doa, kegiatan ini dirancang untuk menjadi sarana edukasi sejarah yang hidup, terutama bagi generasi muda yang akan menyambut peringatan 500 tahun Jakarta.
Dengan semangat kolaborasi, Pemerintah Provinsi Jakarta berencana menggandeng Majelis Adat Betawi serta berbagai elemen masyarakat lainnya. Tujuannya jelas: agar rencana ini tidak sekadar wacana, tetapi benar-benar tertanam dalam kalender tahunan HUT Jakarta.
“Kami akan siapkan dengan matang agar kegiatan ini menjadi tradisi baik bagi Jakarta ke depan,” tegasnya.
Menuju Tradisi Baru yang Bermakna
Di balik gagasan ini, tersimpan harapan yang lebih luas. Acara yang digagas tidak hanya dimaksudkan untuk memperkuat identitas budaya Betawi yang menjadi akar Jakarta, tetapi juga untuk meneguhkan semangat kebersamaan di antara warganya. Dalam perspektif jangka panjang, ini adalah upaya untuk merajut kembali memori kolektif kota sembari menyongsong usia emasnya.
Jika terwujud, acara haul bersama ini berpotensi menjadi salah satu momen paling bermakna dalam kalender budaya Ibu Kota, mengingatkan semua pihak akan fondasi nilai dan perjuangan yang membentuk Jakarta seperti sekarang.
Artikel Terkait
Menlu China Wang Yi Peringatkan AS Soal Berkomplot Terkait Taiwan di Forum Munich
Kapolri Lepas 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera
Kapolri Lepas 22 Kontainer Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Skotlandia Hadapi Maroko di Boston, Bayangi Kekalahan Telak 1998