Setahun kepemimpinan Andra Soni di Banten ternyata menyisakan catatan tersendiri bagi para pengamat. Ade Irawan, seorang aktivis antikorupsi, melihat sang gubernur membawa corak baru. Poin plus utamanya? Sikapnya yang terbilang responsif mendengar keluhan warga.
Menurut Ade, ini bukan hal sepele. Sikap semacam itu bisa membangun jembatan komunikasi yang vital antara pemimpin dan rakyatnya. Dengan begitu, kebutuhan riil masyarakat punya peluang lebih besar untuk segera diterjemahkan jadi kebijakan nyata.
"Selama setahun, Gubernur Andra Soni hadir di masyarakat, mendengarkan keluhan publik, hadir di agenda-agenda publik, gubernur sangat merespons berbagai keluhan publik,"
ujar Ade Irawan dalam sebuah keterangan tertulis, Kamis lalu.
Dari situ, tugas berikutnya adalah memetakan mana kebijakan yang paling mendesak. Tujuannya jelas: agar sasaran dan dampaknya langsung terasa. Dan pada akhirnya, visi Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi itu bisa terakselerasi.
Di sisi lain, Ade juga menyoroti program prioritas yang jadi pembeda. Ia menyebut program Sekolah Gratis untuk SMA, SMK, dan SKh swasta sebagai langkah berani. Apalagi kini Pemprov Banten sedang menggodok perluasannya ke Madrasah Aliyah.
Tapi, di balik itu semua, ada pekerjaan rumah besar. Pemerataan sumber daya manusia.
"Bagaimana program ini bisa mendorong pada peningkatan kualitasnya, peningkatan pada sumber dayarnya. Karena peningkatan SDM bisa mendorong meningkatnya IPM. Program sekolah gratis yang digagas Andra Soni salah satu pendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Banten menjadi 77,25 atau masuk kategori tinggi,"
Artikel Terkait
Cedera Lutut Paksa Mauro Zijlstra Absen dari Final FIFA Series, Jens Raven Dipanggil
Gus Salam Desak Negara Kuasai SDA Strategis dan NU Segera Berbenah
Surabaya Gelar Festival Industri dan Tenaga Kerja untuk Dongkrak Ekspor dan Serap Pengangguran
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga Empat Meter, Berlaku hingga 1 April