Rencana pernikahan mereka batal. Dan setelah kejadian itu, dua siswi SD asal Gunungsari, Lombok Barat, ini memilih untuk mogok sekolah. Sudah hampir sebulan lamanya. Mereka yang duduk di kelas lima dan enam itu kini punya keinginan untuk kembali ke bangku sekolah, tapi rasa malu yang menghadang.
Kabar baiknya, menurut Heny Murdianti dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat, keduanya dipastikan akan kembali bersekolah. Putus sekolah? Tidak sampai ke situ.
"Sebenarnya anak itu senang bersekolah, pengakuannya ini. Dia mau melanjutkan,"
kata Heny, Rabu lalu.
Meski begitu, kapan tepatnya mereka akan masuk lagi, Heny belum bisa memastikan. Dinas Pendidikan sudah bicara dengan pihak sekolah untuk memberikan kelonggaran. Intinya, tunggu sampai kondisi psikis kedua anak ini benar-benar pulih dulu.
"Sudah mau sekolah. Tapi tidak mungkin sekarang, malu dia sama teman-temannya,"
ujarnya menjelaskan situasi yang sebenarnya manusiawi itu.
"Terus kita ke sekolah kasih pengertian juga. Dan pihak sekolah kooperatif juga, silahkan melanjutkan begitu."
Dari kacamata dinas, persoalan ini secara pendidikan sudah bisa dibilang berjalan ke arah penyelesaian. Keinginan untuk belajar kembali sudah muncul.
Ditemani untuk Pulih
Nah, untuk mengatasi rasa malu dan luka psikologis itulah, kedua siswi kini mendapat pendampingan. Mereka dibawa ke Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) setempat untuk menjalani asesmen dengan psikolog.
"Sudah kami bawa mereka. Itu untuk kita melakukan asesmen ke psikolog,"
kata Arief Surya Wirawan, Kepala Dinsos PPA Lombok Barat.
Pendampingan ini punya dua tujuan. Selain memulihkan kondisi mental, juga untuk memberikan pemahaman tentang risiko pernikahan di usia anak. Arief menegaskan, pihaknya bukan anti-pernikahan. Asal, katanya, usianya sudah cukup dan semua pihak siap.
Artikel Terkait
Tabrakan Beruntun 7 Kendaraan di Underpass Jagorawi, Lalu Lintas Sempat Ditutup Total
Gubernur DKI Janjikan Dukungan Penuh untuk Pertahankan Gelar Juara Karate pada PON 2028
Indonesia Perkuat Survei Maritim dengan Kapal Riset Samudra KRI Canopus-936
Jenazah Pilot dan Kopilot Smart Air Dievakuasi dari Hutan Dekat Bandara Korowai