Namun begitu, punya dasar yang kuat saja tak cukup. Pesan program harus disampaikan dengan cara yang sederhana, mudah dicerna publik. Jangan sampai aparatnya justru terjebak dalam rutinitas administratif yang berbelit, sementara masyarakat bingung programnya untuk apa.
"Kerja kita harus membumi," ucapnya.
"Bukan cuma rapi di laporan, tapi harus dipahami masyarakat dan benar-benar dirasakan dampaknya."
Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan pentingnya keterhubungan. Program perlindungan, rehabilitasi, hingga pemberdayaan sosial harus saling terkait antar satuan kerja. Perlu juga ada mitigasi risiko dan tahapan waktu yang jelas, biar kerjaannya terukur dan tidak tumpang-tindih.
Di penghujung arahannya, ia mengajak seluruh jajaran untuk menjaga semangat dan tanggung jawab bersama menyambut tahun 2026.
"Mari kita songsong 2026 dengan penuh semangat. Mudah-mudahan semakin banyak prestasi yang bisa kita ukir, dan yang paling penting, benar-benar dirasakan masyarakat," tutup Gus Ipul.
Rapat penting itu sendiri dihadiri oleh pucuk pimpinan di lingkungan Kemensos. Mulai dari Sekjen Robben Rico, para Dirjen seperti Mira Riyati Kurniasih, Supomo, dan Agus Zainal Arifin, hingga Irjen Dody Sukmono. Tak ketinggalan, para Kepala Biro, Staf Khusus, Tenaga Ahli, serta para Kepala Sentra dan Balai dari seluruh penjuru Indonesia turut hadir menyimak.
Artikel Terkait
Gangguan Ginjal Kronis Kini Serang Kaum Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu
Tren Film Indonesia Terinspirasi Kisah Nyata, Sorot Cinta hingga Pengkhianatan
Polres Tapin Panen Perdana Jagung dari Lahan Tidur Milik Polri
LCP 2026 Split 2 Dimulai 4 April, Dua Tiket ke MSI Diperebutkan