Di sebuah rapat di Bekasi, Selasa lalu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan arahan tegas kepada seluruh jajarannya. Intinya sederhana: kerja tahun 2026 ini harus berbasis data dan benar-benar membumi. Artinya, manfaatnya wajib sampai ke warga, dirasakan langsung, bukan sekadar angka di atas kertas.
"Mulailah bekerja dengan data yang akurat. Yang bisa dipertanggungjawabkan," tegas Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).
"Semua intervensi program harus berdasar data," imbuhnya.
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Sinkronisasi Program yang juga diwarnai penandatanganan perjanjian kerja dan pakta integritas. Menurut Gus Ipul, tahun 2025 sudah digunakan untuk penyesuaian dan menyelaraskan program dengan visi Presiden Prabowo Subianto. Kini, saatnya eksekusi.
Ia lantas menyoroti perhatian khusus presiden terhadap satu kelompok. Mereka adalah orang-orang yang sering tak terlihat dalam gelombang pembangunan, atau dalam istilahnya, 'the invisible people'.
"Presiden punya atensi luar biasa kepada mereka. Mereka ada di sekitar kita, tapi kerap luput dari perhatian," kata Gus Ipul.
"Karena itu, tugas kitalah memastikan mereka tidak terlewat."
Nah, di sisi lain, Gus Ipul mengingatkan bahwa tugas Kementerian Sosial ini punya pijakan konstitusional yang kuat. Ia merujuk Pasal 34 UUD 1945, di mana negara wajib memelihara fakir miskin dan anak terlantar. Dasar inilah yang harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang terarah dan berkelanjutan.
Namun begitu, punya dasar yang kuat saja tak cukup. Pesan program harus disampaikan dengan cara yang sederhana, mudah dicerna publik. Jangan sampai aparatnya justru terjebak dalam rutinitas administratif yang berbelit, sementara masyarakat bingung programnya untuk apa.
"Kerja kita harus membumi," ucapnya.
"Bukan cuma rapi di laporan, tapi harus dipahami masyarakat dan benar-benar dirasakan dampaknya."
Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan pentingnya keterhubungan. Program perlindungan, rehabilitasi, hingga pemberdayaan sosial harus saling terkait antar satuan kerja. Perlu juga ada mitigasi risiko dan tahapan waktu yang jelas, biar kerjaannya terukur dan tidak tumpang-tindih.
Di penghujung arahannya, ia mengajak seluruh jajaran untuk menjaga semangat dan tanggung jawab bersama menyambut tahun 2026.
"Mari kita songsong 2026 dengan penuh semangat. Mudah-mudahan semakin banyak prestasi yang bisa kita ukir, dan yang paling penting, benar-benar dirasakan masyarakat," tutup Gus Ipul.
Rapat penting itu sendiri dihadiri oleh pucuk pimpinan di lingkungan Kemensos. Mulai dari Sekjen Robben Rico, para Dirjen seperti Mira Riyati Kurniasih, Supomo, dan Agus Zainal Arifin, hingga Irjen Dody Sukmono. Tak ketinggalan, para Kepala Biro, Staf Khusus, Tenaga Ahli, serta para Kepala Sentra dan Balai dari seluruh penjuru Indonesia turut hadir menyimak.
Artikel Terkait
Polisi Bagikan Air dan Roti ke Guru yang Demo di DPR, 1.060 Personel Dikerahkan Tanpa Senjata Api
Rekomendasi dan Harga Ban Standar untuk Honda BeAT, dari Aspira hingga Pirelli
Pemerintah Rampingkan BUMN, Telkom hingga Pupuk Indonesia Pangkas Ratusan Anak Usaha
Wali Kota Semarang Ajak Warga Perkuat Toleransi Saat Imlek dan Ramadan Berdekatan