Seorang pria berusia 50 tahun, Marwan, meninggal dunia setelah terjatuh dari sebuah jembatan gantung di Palopo, Sulawesi Selatan. Penyebabnya sederhana namun tragis: kayu lantai jembatan yang ia pijak tiba-tiba patah.
Kecelakaan itu terjadi Selasa sore, tepatnya sekitar pukul enam lewat empat puluh menit, di Jembatan Pajalesang. Lokasinya di Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Wara. Menurut keterangan Lurah setempat, Irwan, korban sebenarnya warga Kelurahan Dangerakko, tetangga wilayahnya.
"Menurut informasi dia mau ke penggilingan berasnya, katanya mau ambil beras," ujar Irwan.
Ia menjelaskan, Marwan saat itu menggunakan mobil dan memilih lewat jalur Pajalesang. Untuk mencapai tujuannya, ia harus menyeberangi jembatan gantung itu dengan berjalan kaki.
Namun begitu, di tengah penyebrangan, malapetaka terjadi. Kayu yang sudah rapuh itu tak kuat menahan beban dan patah. Marwan pun terjatuh dari ketinggian yang diperkirakan mencapai enam meter.
Irwan dengan tegas menyoroti akar masalahnya. "Kecelakaan diduga kuat terjadi akibat kondisi lantai jembatan yang telah rapuh dan tidak layak lagi digunakan," katanya.
Pihaknya telah mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Mega Buana untuk proses visum. Di sisi lain, Irwan juga mendesak agar jembatan yang sudah seperti jebakan itu segera ditutup total. Ia meminta pihak berwenang bertindak cepat sebelum korban berikutnya berjatuhan.
Suasana di lokasi kejadian dikabarkan mencekam. Jembatan yang seharusnya menjadi penghubung justru berubah menjadi petaka bagi warga yang melintas.
Artikel Terkait
Bareskrim Amankan 30 Kg Sabu Senilai Rp54 Miliar di Banyuasin, Empat Tersangka Ditangkap
MPR Tegaskan Komitmen Pemerintah Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana
Pensiunan Guru Dicap Juru Parkir Liar, Polisi Luruskan Informasi Viral
EJAE Rilis Single Patah Hati Time After Time Usai Raih Grammy