Ghislaine Maxwell bakal menghadapi interogasi dari Kongres AS mulai Senin ini. Lewat tautan video dari balik jeruji, kaki tangan Jeffrey Epstein itu akan ditanyai dalam sesi tertutup. Tujuannya jelas: mengurai benang kusut skandal yang sudah menyeret begitu banyak nama besar.
Menurut laporan AFP, Maxwell saat ini tengah menjalani hukuman 20 tahun penjara karena didakwa memperdagangkan anak-anak perempuan untuk Epstein. Rencananya, anggota Komite Pengawasan DPR AS akan melontarkan sederet pertanyaan padanya. Sesi itu, sekali lagi, digelar secara privat. Tak ada publik yang boleh menyaksikan.
Nah, meski pengungkapan jutaan halaman dokumen Epstein akhir Januari lalu belum memicu tuntutan hukum baru, dampak sosialnya luar biasa. Banyak tokoh dari dunia politik hingga bisnis terpaksa angkat kaki dari jabatannya setelah hubungan mereka dengan si terpidana terkuak. Runtuhnya reputasi itu nyata.
Di sisi lain, Komite Pengawasan yang kini dikuasai Partai Republik punya agenda sendiri. Mereka sedang menyelidiki koneksi Epstein dengan para elite, plus bagaimana informasi soal kejahatannya dulu ditangani. Tapi jangan berharap banyak. Maxwell kemungkinan besar akan bersembunyi di balik Amandemen Kelima Konstitusi AS hak untuk tidak menjawab pertanyaan yang bisa menjerat dirinya sendiri.
Epstein sendiri sebenarnya sudah pernah dihukum. Tahun 2008, dia dinyatakan bersalah menyediakan anak di bawah umur untuk prostitusi. Hukumannya? Terlalu ringan. Cuma setahun lebih sedikit, lalu bebas pada 2009.
Dia baru benar-benar dijebloskan lagi sepuluh tahun kemudian. Tapi nasib berkata lain. Epstein ditemukan tewas di sel tahanannya di New York, saat menunggu sidang kasus perdagangan seks anak. Otoritas menyebutnya bunuh diri. Namun, tentu saja, kematiannya justru memicu badai teori konspirasi yang tak kunjung reda hingga kini.
Artikel Terkait
Megawati: Pemberdayaan Perempuan dalam Pemerintahan Bukan Ancaman bagi Agama
Transcend Luncurkan Card Reader dan Kartu microSD Express Berkecepatan SSD
Longsor Putuskan Total Jalan Trans Papua, Akses Jayapura-Wamena Lumpuh
Merry Riana Resmi Jadi Kader Demokrat, Sebut Lembaran Baru