AHY Tunjuk Merry Riana Jadi Jurkam dan Jubir Demokrat, Langkah Awal Lewat Panitia Imlek

- Senin, 09 Februari 2026 | 21:00 WIB
AHY Tunjuk Merry Riana Jadi Jurkam dan Jubir Demokrat, Langkah Awal Lewat Panitia Imlek

Di kantor DPP Partai Demokrat di Menteng, suasana Senin siang itu cukup ramai. Agus Harimurti Yudhoyono, atau yang akrab disapa AHY, tampak bersemangat menyambut puluhan wajah baru. Di tangannya, ada setumpuk kartu tanda anggota yang siap diserahkan. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Merry Riana, motivator ternama yang kini resmi bernaung di bawah bendera Partai Demokrat.

“Tadi dengar Miss Merry sudah siap jadi jurkam, ya?” ujar AHY dengan senyum lebar di hadapan para kader. “Luar biasa. Dia sudah fasih bicara soal nilai-nilai nasionalis-religius kita, bahkan yel-yel partai pun hafal di luar kepala. Sudah jelas, dia siap untuk jadi juru kampanye nasional.”

Menurut Ketua Umum Demokrat itu, latar belakang Merry sebagai pembicara publik adalah nilai plus yang besar. Soal berbicara di depan orang, itu sudah jadi makanannya sehari-hari. Tinggal menyesuaikan konteksnya saja.

“Karena sudah biasa jadi motivator, ya tinggal dicoba nanti di lapangan terbuka,” lanjutnya. “Bayangkan, orasi di depan massa yang ribuan. Wah, pasti seru.”

Namun begitu, jalan masuknya ke dunia politik tak langsung digeber. AHY punya rencana bertahap. Selain jadi jurkam, Merry juga akan dicoba untuk peran juru bicara partai.

“Bisa dicoba dulu jadi Jubir. Di sini kan sudah banyak senior yang malang melintang di televisi. Nah, kehadiran wajah baru dengan "delivery" yang sudah paten bisa memberi warna berbeda. Tinggal isi substansi politiknya yang perlu diselaraskan,” jelas AHY.

Sebagai langkah pertama yang konkret, Merry langsung mendapat tugas. AHY menunjuknya sebagai Ketua Panitia Perayaan Imlek Nasional Partai Demokrat.

“Ini tugas pertamanya. Siap, ya, jadi Ketua Panitia?” tanya AHY, disambut anggukan dari Merry dan tepuk tangan dari yang lain. “Yang lain juga siap mendukung, kan?”

Penunjukan ini, diharapkan AHY, bisa menjadi pintu awal bagi Merry untuk makin mendalami dinamika politik di dalam partai. Dari mengurus acara kebudayaan, lalu perlahan merambah ke hal-hal yang lebih substantif.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar