MURIANETWORK.COM - Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah tenis dunia. Tim tenis putra nasional berhasil melaju ke babak pertama Grup II Dunia Piala Davis 2026 setelah menundukkan Togo dengan skor telak 3-0 dalam play-off yang digelar di Stadion Tenis GBK, Jakarta, pada 7-8 Februari. Kemenangan ini merupakan buah dari performa solid para petenis yang tampil di hadapan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir.
Dominasi Penuh di Lapangan
Semangat juang tim Indonesia terlihat sejak hari pertama pertandingan. Justin Barki dan Muhammad Rifqi Fitriadi memberikan pondasi kuat dengan menyapu bersih kedua laga tunggal melawan Kwami Stanislas Dussey dan Noah Koffi. Dominasi berlanjut ke hari kedua, di mana duet Christopher Rungkat dan Justin Barki tampil tak terbendung. Mereka mengamankan kemenangan final straight set atas pasangan Stanislas Dussey dan Kadangan Killi, sekaligus mengunci kemenangan agregat untuk Indonesia.
Hasil gemilang ini secara resmi membuka jalan bagi skuad Merah Putih untuk bertanding di babak pertama putaran final Grup II Dunia yang dijadwalkan pada September mendatang. Lokasi laga, apakah Indonesia kembali menjadi tuan rumah atau harus bertandang, masih menunggu penentuan lebih lanjut.
Apresiasi dan Harapan dari Menpora
Menyaksikan langsung perjuangan anak-anak bangsa, Menteri Erick Thohir tidak menyembunyikan rasa bangganya. Ia mengapresiasi semangat tim yang tidak berpuas diri meski telah memastikan kemenangan.
"Ya senang karena kan kemarin waktu SEA Games juga para pemain memberikan yang terbaik untuk juara, (mendapatkan medali) emas, terima kasih. Ini sebenarnya sudah menang 3-0 sama Togo artinya kan lolos ke grup II, tapi denger-denger tadi lebih semangat lagi mau lolos ke grup seterusnya, cuma satu-satu, nanti September Insya Allah entah kita jadi tuan rumah atau mungkin nanti kita bertandang," tutur Menpora usain pertandingan.
Momentum Kebangkitan Tenis Nasional
Lebih dari sekadar kemenangan satu pertandingan, momen ini dilihat sebagai peluang untuk membangkitkan tenis Indonesia di level global. Thohir menekankan pentingnya komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan, terutama Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI), untuk mendukung dan mengawal perkembangan atlet.
Harapan itu semakin kuat mengingat tenis telah ditetapkan Presiden RI sebagai salah satu dari 21 cabang olahraga unggulan negara. Kebijakan ini diikuti dengan penyusunan anggaran yang lebih terfokus, termasuk untuk persiapan menuju Olimpiade.
"Mudah-mudahan tenis bisa bangkit. Saya berharap PELTI bisa serius, dan pemain saya rasa juga kita punya bakat-bakat yang bagus di tenis. Mudah-mudahan ini bisa konsisten, apalagi Bapak Presiden sudah memasukkan tenis sebagai 21 cabor unggulan. Di mana kita juga sudah susun budgetting untuk berfokus pada Olimpiade," tambahnya.
Prestasi di Piala Davis ini menjadi bukti nyata bahwa potensi besar tenis Indonesia siap dieksplorasi. Dengan dukungan sistemik dan semangat juang atlet seperti yang ditunjukkan di GBK, jalan menuju puncak prestasi dunia semakin terbuka lebar.
Artikel Terkait
Dua Pemuda di Mesuji Ditangkap atas Dugaan Perkosaan Konten Kreator dengan Modus Perbaikan
BI Proyeksikan Ekonomi Jakarta Tumbuh 4,8-5,6% pada 2026
Ibu Alumni UI Kritis, Putri 6 Tahun Tewas dalam Kecelakaan di Singapura
Megawati: Pemberdayaan Perempuan dalam Pemerintahan Bukan Ancaman bagi Agama