Bangunan Tua Runtuh di Tripoli, Lima Tewas Termasuk Anak dan Lansia

- Senin, 09 Februari 2026 | 01:35 WIB
Bangunan Tua Runtuh di Tripoli, Lima Tewas Termasuk Anak dan Lansia

Lima nyawa melayang setelah sebuah bangunan tua ambruk di Tripoli, Lebanon Utara. Insiden tragis ini terjadi di lingkungan Bab al-Tabbaneh, yang dikenal sebagai kawasan termiskin di kota itu.

Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon, bangunan itu runtuh Senin (9/2/2026) lalu. Mereka menyebutkan, delapan orang berhasil diselamatkan dari tumpukan reruntuhan. Namun, nasib malang menimpa lima orang lainnya. Di antara korban jiwa itu, ada seorang anak kecil dan seorang wanita lanjut usia.

Imad Khreish, kepala pertahanan sipil, memberi gambaran pada media lokal. Bangunan tersebut terdiri dari dua blok, dan masing-masing blok berisi enam apartemen.

Di sisi lain, kekhawatiran akan runtuhan susulan langsung muncul. Personel keamanan pun bergerak cepat untuk mengevakuasi penghuni bangunan-bangunan di sekitarnya. Presiden Joseph Aoun langsung memerintahkan mobilisasi semua layanan darurat.

Lewat pernyataan resmi, Aoun meminta agar operasi penyelamatan didukung penuh. Ia juga menekankan pentingnya menyediakan tempat berlindung sementara bagi para korban dan warga yang dievakuasi.

Sayangnya, ini bukan kali pertama Tripoli mengalami musibah seperti ini. Baru akhir bulan lalu, insiden serupa telah merenggut banyak nyawa. Kejadian ini kembali menyoroti kondisi bangunan di Lebanon yang sangat memprihatinkan.

Negara itu dipenuhi struktur-struktur yang terbengkalai. Banyak bangunan yang masih dihuni sebenarnya dalam kondisi rusak parah. Faktanya, ribuan orang di Tripoli masih terpaksa tinggal di tempat yang tidak aman laporan Amnesty International di 2024 mengonfirmasi hal ini, lebih dari setahun setelah gempa besar Turki-Suriah memperlemah struktur banyak gedung.

Masalahnya kompleks. Banyak bangunan dibangun secara ilegal, terutama saat masa perang saudara 1975-1990. Belum lagi praktis penambahan lantai baru tanpa izin yang dilakukan beberapa pemilik, membuat beban struktur makin tak tertahankan.

Media lokal menayangkan gambar yang menyayat hati. Tampak warga dan petugas penyelamat berjuang di lokasi kejadian. Mereka berusaha membersihkan puing-puing dengan peralatan seadanya, bahkan menggunakan tangan kosong. Sebuah perlawanan yang mengharukan di tengah nestapa.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar