MURIANETWORK.COM - Hujan lebat yang mengguyur wilayah barat laut Suriah memicu banjir bandang yang menewaskan tiga orang, termasuk dua anak dan seorang relawan kemanusiaan. Bencana yang melanda provinsi Idlib dan Latakia sejak Sabtu (7/2/2026) itu juga menyebabkan kerusakan parah di sejumlah kamp pengungsi, memaksa pihak berwenang melancarkan operasi penyelamatan dan mendirikan tempat penampungan darurat.
Korban Jiwa dan Upaya Penyelamatan yang Berisiko
Media pemerintah melaporkan, dua anak tewas setelah banjir besar menerjang daerah Ain Issa di utara Latakia. Sementara itu, di lokasi yang berbeda, sebuah misi kemanusiaan berakhir tragis. Kendaraan yang membawa relawan Bulan Sabit Merah Suriah tergelincir ke dalam lembah saat mereka berupaya menjangkau korban yang terperangkap.
"Sebuah kendaraan misi tergelincir ke lembah," jelas pernyataan resmi organisasi kemanusiaan tersebut, yang mengonfirmasi seorang relawan perempuan tewas dan empat lainnya luka-luka dalam insiden itu.
Upaya penyelamatan terus berlanjut di tengah kondisi yang berbahaya. "Seorang relawan kelima terluka saat mencoba menyelamatkan seorang anak yang terjebak oleh air banjir," tambah pernyataan itu, menggambarkan betapa gentingnya situasi di lapangan.
Dampak Parah di Kamp-Kamp Pengungsi
Banjir tidak hanya meluluhlantakkan permukiman warga, tetapi juga memberikan pukulan berat bagi mereka yang paling rentan: pengungsi. Otoritas setempat melaporkan setidaknya 14 kamp pengungsi di bagian Idlib terdampak. Tenda-tenda tempat tinggal terendam air, harta benda yang sudah sedikit itu hanyut terbawa arus, dan sekitar 300 keluarga harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan tempat berlindung.
Pekerjaan darurat pun difokuskan pada pembersihan jalan-jalan yang tertutup lumpur dan air di kamp-kamp tersebut untuk memulihkan akses bantuan. Kondisi ini memperburuk situasi hidup sekitar 1,4 juta pengungsi internal yang tercatat tinggal di berbagai kamp di barat dan timur laut Suriah, sebuah negara di mana konflik panjang telah membuat sekitar tujuh juta orang terusir dari rumah mereka.
Artikel Terkait
Andre Rosiade Beri Ultimatum 3x24 Jam untuk Preman Pasar Raya Padang
Pelatih Timnas U-17 Buka Peluang Rekrut Diaspora Baru Usai Kekalahan dari China
Lenovo Rilis ThinkBook 14+ dan 16+ 2026 dengan Prosesor AI 50 TOPS dan Port TGX
Real Madrid Incar Vitinha PSG untuk Perkuat Lini Tengah