Upaya penyelamatan terus berlanjut di tengah kondisi yang berbahaya. "Seorang relawan kelima terluka saat mencoba menyelamatkan seorang anak yang terjebak oleh air banjir," tambah pernyataan itu, menggambarkan betapa gentingnya situasi di lapangan.
Dampak Parah di Kamp-Kamp Pengungsi
Banjir tidak hanya meluluhlantakkan permukiman warga, tetapi juga memberikan pukulan berat bagi mereka yang paling rentan: pengungsi. Otoritas setempat melaporkan setidaknya 14 kamp pengungsi di bagian Idlib terdampak. Tenda-tenda tempat tinggal terendam air, harta benda yang sudah sedikit itu hanyut terbawa arus, dan sekitar 300 keluarga harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan tempat berlindung.
Pekerjaan darurat pun difokuskan pada pembersihan jalan-jalan yang tertutup lumpur dan air di kamp-kamp tersebut untuk memulihkan akses bantuan. Kondisi ini memperburuk situasi hidup sekitar 1,4 juta pengungsi internal yang tercatat tinggal di berbagai kamp di barat dan timur laut Suriah, sebuah negara di mana konflik panjang telah membuat sekitar tujuh juta orang terusir dari rumah mereka.
Artikel Terkait
Jasa Marga Tawarkan Diskon Tol 30% untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran
Panduan Lengkap Niat dan Tata Cara Puasa Sunah Syawal
BMKG Kendari Waspadakan Hujan Deras Disertai Petir dan Angin Kencang di Sultra
Cahya Supriadi Dapat Kepercayaan Pertama dari Herdman untuk Timnas Indonesia