Kebakaran di Kompleks Militer Teheran Diduga Akibat Korsleting, Tak Ada Korban

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:50 WIB
Kebakaran di Kompleks Militer Teheran Diduga Akibat Korsleting, Tak Ada Korban

MURIANETWORK.COM - Sebuah kebakaran terjadi di dalam kompleks barak militer di Teheran, ibu kota Iran, pada Jumat (6/2) waktu setempat. Berdasarkan pernyataan resmi militer, api yang diduga dipicu korsleting listrik ini berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban luka. Insiden ini menjadi yang kedua dalam sepekan setelah sebelumnya pasar di kawasan barat kota juga dilanda kobaran api.

Penyebab dan Lokasi Kejadian

Menurut keterangan resmi yang dikeluarkan pihak militer, kobaran api bermula dari sebuah bengkel kayu yang terletak di dalam area kompleks barak tersebut. Investigasi awal mengarah pada kemungkinan korsleting listrik sebagai pemicu insiden. Tim pemadam kebakaran yang bergegas ke lokasi berhasil merespons dengan cepat, mencegah api meluas ke fasilitas lain di sekitarnya.

“Kebakaran berhasil dikendalikan ketika tim pemadam kebakaran tiba tepat waktu,” jelas pernyataan militer Iran yang dikutip media resmi setempat.

Dampak dan Respons

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka akibat kejadian tersebut. Meski demikian, pihak berwenang belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan material yang ditimbulkan atau apakah ada gangguan pada operasional kesatuan militer di kompleks tersebut. Situasi di lokasi dilaporkan telah kembali kondusif pasca api berhasil dipadamkan.

Insiden di kompleks militer ini terjadi hanya beberapa hari setelah kebakaran melanda sebuah pasar tradisional di wilayah barat Teheran. Serangkaian kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di fasilitas-fasilitas publik dan vital, meskipun dalam kedua kasus tersebut respons pemadaman dinilai efektif.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar