Dia menyatakan bahwa pihaknya siap menghadapi segala bentuk tuntutan yang dianggap berlebihan dari Washington. "Kami akan mengambil pendekatan menggunakan diplomasi untuk mengamankan kepentingan nasional Iran," tegasnya, menekankan bahwa jalur dialog tetap menjadi pilihan utama.
Seruan untuk Saling Menghormati
Posisi Iran semakin diperjelas melalui pernyataan terpisah yang disampaikan Araghchi di platform media sosial X. Pesannya ditujukan langsung kepada pihak Amerika Serikat, menggarisbawahi prinsip-prinsip dasar yang dianggap Teheran non-negosiasi.
"Iran memasuki dunia diplomasi dengan mata terbuka dan ingatan yang kuat tentang tahun lalu. Kami terlibat dengan itikad baik dan teguh bagi hak-hak kami," ujarnya.
Lebih lanjut, Araghchi menambahkan, "Komitmen harus dihormati. Kedudukan yang setara, saling menghormati, dan kepentingan bersama bukanlah retorika -- itu adalah keharusan dan pilar dari kesepakatan yang bertahan lama."
Pernyataan tersebut mencerminkan hati-hati sekaligus keteguhan Iran menyongsong perundingan ini. Para pengamat menilai, jalan menuju kesepakatan baru masih sangat panjang, mengingat kompleksitas isu nuklir dan jejak konflik yang masih segar. Keberhasilan Oman dalam memfasilitasi atmosfer dialog yang konstruktif akan diuji dalam hari-hari mendatang.
Artikel Terkait
Menhub Imbau Pengusaha Logistik Patuhi Aturan Truk Saat Puncak Arus Balik Lebaran
China Desak Warganya Segera Tinggalkan Israel, Siapkan Evakuasi via Mesir
Iran Bantah Tegas Laporan Negosiasi Diam-diam dengan AS
Tabrakan Pesawat Air Canada dengan Mobil Pemadam di Bandara LaGuardia, Penerbangan Ditutup