Dalam beberapa kasus, risiko heat stress bisa terjadi hampir sepanjang tahun kalau desain rumahnya salah.
Dari kacamata kebijakan, ini menciptakan beban kesehatan laten yang besar. Masyarakat tak langsung sakit, tapi kesehatannya terkikis pelan-pelan oleh lingkungan huniannya sendiri. Ujung-ujungnya, pengeluaran untuk listrik (buat nyalakan AC atau kipas angin) dan biaya kesehatan membengkak. Sistem kesehatan nasional pun mendapat tekanan tambahan dalam jangka panjang.
Di sinilah genteng menemukan momentumnya. Genteng tanah liat, dengan massa termalnya yang lebih baik, mampu menahan dan melepaskan panas secara lebih stabil. Penggunaannya bisa menurunkan suhu ruangan, meningkatkan kenyamanan, dan mengurangi risiko dehidrasi. Singkatnya, gentengisasi ini adalah bentuk intervensi kesehatan preventif. Ia lebih dari sekadar ganti material; ia mengubah lingkungan hidup.
Efeknya pun berlapis. Selain urusan kesehatan, gerakan ini bisa mendorong industrialisasi desa. Lewat koperasi, bahan baku lokal dan limbah industri bisa dimanfaatkan, menciptakan lapangan kerja baru. Jadi, satu kebijakan ini menyatukan tiga agenda sekaligus: kesehatan masyarakat, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penataan ruang hidup.
Di tengah iklim yang makin panas, negara tak bisa cuma bereaksi pada penyakit. Harus ada pencegahan dari sumbernya, dan salah satunya ya dari desain rumah. Dari sudut ini, gerakan gentengisasi adalah langkah sederhana dengan dampak yang mendalam. Dimulai dari atas kepala warga, tetapi ujungnya menyentuh kualitas hidup bangsa secara keseluruhan.
Ada nilai sejarah dan kearifan lokal yang juga patut dijaga. Jejak penggunaan genteng di Nusantara bisa ditelusuri jauh ke belakang, terpahat pada relief Candi Borobudur dan Prambanan, hingga bukti-bukti dari era Majapahit.
Ini bukan sekadar tradisi, tapi pilihan yang telah teruji waktu. Praktiknya terbukti positif bagi kesehatan, efisien, dan tetap digemari masyarakat, khususnya di pedesaan.
Maka, ide gentengisasi ini layak didorong. Caranya dengan mengajak generasi muda di desa untuk mengembangkan potensi lokal mereka, mengindustrialisasikan genteng secara berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan upaya menggerakkan ekonomi desa, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari visi besar pembangunan.
Trubus Rahardiansyah. Pengamat Kebijakan Publik, Guru Besar Universitas Trisakti.
Artikel Terkait
Dorong Kendaraan Listrik, Pemerintah Siapkan Aturan Baru: Insentif Menggiurkan hingga Denda Menanti
Pemerintah Godok Insentif Pajak untuk Pacu Industri Baterai Kendaraan Listrik Lokal
Pemerintah Godok Aturan Impor Mobil Listrik, Insentif PPnBM Nol Persen Dilanjutkan
Dari Lumbung Purba ke Pangkuan Kita: Kisah Persekutuan Abadi Kucing dan Manusia